Skip to content

Identifikasi dan Sketsa Burung

Burung merupakan salah satu hewan pengendali ekosistem, namun dalam hal ini kajian mengenai burung juga banyak yang tersisihkan. Panca indra digunakan untuk melihat morfologi burung sebagai bentuk pengamatannya. Kemudian mengidentifikasi, bisa dilihat dari karakteristik paruhnya yang tebal, memiliki warna gelap ataupun karakteristik lainnya secara mendetail, lalu menganalisisnya sehingga dapat mengenali spesies jenis burung tersebut.

Aspek yang diamati pada burung meliputi morfologi, suara, tingkah laku dan habitat. Sketsa dapat digunakan untuk lebih mengenal morfologi burung. Sketsa cukup penting karena dengan sketsa juga bisa digunakan sebagai pembanding, untuk melihat apakah jenis spesies ini mengalami perubahan fisiologi atau hal lainnya yang disebabkan pengaruh luar atau lingkungan luar. Efek – efek lingkungan sangat berpengaruh terhadap suatu spesies. Sebagai birdwatcher, perlu membawa alat tulis untuk menulis karakteristik burung yang diamati. Untuk mengamati burung juga dapat direkam dengan menggunakan kamera agar lebih terlihat jelas morfologinya. Suara burung pun dapat direkam untuk membantu menghafal suatu jenis burung. Tingkah laku dapat diamati melalui aktivitas (diurnal, crepuscular, nocturnal), pergerakan, musim kawin serta jenis makanan. Keterbatasan sumber makanan juga bisa melihat suatu jenis burung, seperti contoh burung madu yang tidak selalu memakan madu. Beberapa burung juga dapat memilih berbagai bentuk nutrisi yang diperlukan. Pada habitat meliputi geografi, melihat apakah tinggal di lahan basah, lahan terbuka, lahan berkanopi (lahan dengan tegakkan pohon), hutan, dataran rendah atau tinggi dan lain sebagainnya. Jenis tumbuhan, jenis – jenis tumbuhan yang ada pada habitatnya, tipe habitat/bioma serta topografi.

Adapun dasar – dasar dalam mensketsa burung yaitu bentuk dasar. Bentuk dasar terdiri dari membundar, melonjong dan segitiga. Kemudian dari bentuk dasar tersebut dikembangkan sehingga menjadi sketsa burung yang lengkap.