Skip to content

Kunci Keberhasilan China dalam Meningkatkan Populasi Panda sehingga Tak Lagi Terancam Punah

Pengenalan Isu “Panda Tidak Lagi Terancam Punah”

Sebuah perubahan yang luar biasa dari dunia satwa kembali muncul dengan adanya kabar dari Pemerintah China bahwa spesies panda yang bernama latin Ailuropoda melanoleuca kini tidak lagi dinyatakan terancam punah. The International Union Conservation of Nature (IUCN) menjelaskan bahwa ancaman kepunahan spesies panda secara umum disebabkan oleh perluasan daerah pertanian dan perburuan manusia (Khalika, 2018). Spesies yang pernah dinyatakan terancam punah (endangered) pada tahun 1990 oleh IUCN kini telah keluar dari kategori tersebut setelah jumlahnya di alam bebas mencapai 1.800 spesies pada tahun 2006. Hal ini tentunya tidak lepas dari peran Pemerintah China dalam mengupayakan konservasi jangka panjang dan memperluas habitat asli di alam liar (Putri, 2021). Berdasarkan hasil data dari National Survey China, jumlah total panda dari beberapa periode sebagai berikut:

  1. Periode I (1974 ˗ 1977) = 1.050 ˗ 1.100 ekor
  2. Periode II (1985 ˗ 1998) = ± 1.120 ekor
  3. Periode III (1998 ˗ 2002) = 1.596 ekor
  4. Periode IV (survei terakhir) = 2.060 ekor

(Theguardian.com, 2021)

Beberapa tantangan terbesar dalam upaya meningkatkan populasi panda adalah dengan memahami siklus perkembangbiakan dan habitatnya. Panda diperkirakan mengonsumsi sekitar 12,5 kg bambu setiap harinya. Dengan demikian, habitat bambu sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup panda. Penyelamatan Panda telah menunjukkan pentingnya integrasi ilmu pengetahuan, kepentingan politik, dan perjanjian antara komunitas lokal. Keberhasilan tersebut sebagian besar berkat upaya dari Pemerintah China dalam mengembalikan hutan bambu sebagai habitat alami panda (Wibawa, 2017).

Mengenal Panda Lebih Dalam

Kingdom: Animalia

Phylum: Chordata

Class: Mammalia

Order: Carnivora

Family: Ursidae

Genus: Ailuropoda

Spesies: Ailuropoda melanoleuca

(David, 1869)

Giant Panda (Ailuropoda melanoleuca) merupakan mamalia besar langka yang menghuni hutan bambu di Pegunungan China Tengah. Mereka menghuni hutan pegunungan dan hutan campuran konifer dan berdaun lebar di mana terdapat tegakan bambu. Secara umum, mereka mudah dikenali karena memiliki kepala yang bulat, tubuh kekar, ekor pendek, serta warna hitam dan putih pada rambutnya yang khas. Berat badan panda dewasa mencapai 220-330 pounds atau sekitar 150 kg. Selain itu, tinggi mereka berada pada kisaran 150-180 cm (Bies, 2002).

Mereka dikenal sebagai hewan yang memiliki pakan dominan bambu dengan rata-rata konsumsi 26-84 pounds/hari. Meskipun makan bambu, mereka digolongkan ke dalam ordo karnivora. Hal tersebut karena sistem pencernaan mereka tidak dapat mencerna selulosa dengan baik. Mereka jarang bepergian dan biasanya mencari makan saat mereka bergerak. Mereka bisa menghabiskan 10-12 jam sehari untuk makan. Aktivitas harian lainnya adalah istirahat, menyendiri, dan memanjat pohon (Lindburg, 2020).

Panda memiliki nilai penting, yaitu sebagai harta dan simbol dari negara China. Sejak tahun 1950 mereka menjadi “alat diplomasi” negara China. Mereka juga menjadi wajah dari WWF sejak tahun 1961. Selain itu, panda dijadikan maskot pada Olimpiade Beijing di tahun 1982.

Ancaman terhadap Keberadaan Panda

Dilansir dari BBC News (2016), The International Union for Conservation of Nature (IUCN) memperingatkan bahwa peningkatan populasi dari spesies panda bisa saja berumur pendek. Fragmentasi habitat, alih fungsi lahan, perburuan, dan yang paling utama perubahan iklim dapat mengancam eksistensi panda di alam bebas. Perubahan iklim diperkirakan dapat menewaskan lebih dari sepertiga panda dalam 80 tahun ke depan, artinya populasi panda dapat menurun, membalikkan keadaan selama dua dekade terakhir. Oleh karena itu, perlu kajian mendalam untuk mengambil langkah perlindungan yang efektif agar tidak terjadi penurunan populasi panda di alam bebas.

Usaha Konservasi Apa Saja yang Telah Dilakukan oleh China?

  1. Aspek Politik
  • Kampanye peningkatan populasi sejak 1970
  • Berkolaborasi dengan komunitas lokal dan LSM
  • Larangan penebangan hutan
  • Patroli perburuan liar
  • Membuat taman nasional
  • Alokasi lahan konservasi
  • Meminjamkan panda raksasa ke kebun binatang dunia
  1. Aspek Ilmu Pengetahuan
  • Perbaikan habitat: penanaman kembali hutan bambu (sumber pakan panda)
  • Membuat koridor hutan untuk memperluas area jelajah dan menghindari isolasi gen panda
  • Reproduksi inseminasi buatan
  • Melakukan riset

Apakah Model Konservasi China dapat Diterapkan di Indonesia?

Bisa, tetapi perlu disesuaikan dengan kondisi di Indonesia. Berikut hal-hal yang perlu dilakukan:

  1. Kolaborasi dengan pemerintah, peneliti, masyarakat, LSM, dan pelaku ekonomi
  2. Penerbitan peraturan dan kebijakan-kebijakan terkait keanekaragaman hayati Indonesia
  3. Edukasi masyarakat akan pentingnya fungsi hutan demi keberlangsungan kehidupan
  4. Meningkatkan riset untuk tujuan konservasi dan kepentingan konsistensi dalam mengkaji

Peran Mahasiswa Biologi

  1. Penyelamatan habitat dan edukasi mengenai pentingnya koridor hutan
  2. Mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap fungsi hutan  sebagai habitat hewan
  3. Mengedukasi masyarakat untuk tidak menjadikan hewan endemik terutama yang terancam punah agar tidak dijadikan hewan peliharaan
  4. Terlibat dalam kegiatan terkait penyelamatan satwa dan konservasi
  5. Mendorong pemerintah untuk menindak tegas pelaku penjualan satwa secara ilegal
  6. Penyitaan terhadap hewan yang diperjual belikan dan melakukan rehabilitasi
  7. Donasi pada proyek konservasi

REFERENSI

BBC News. 2016. Panda Tidak Lagi Masuk Daftar Spesies yang Terancam Punah. https://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/09/160905_majalah_status_panda (Diakses pada 25 Agustus 2021, pukul 19:00 WIB)

Bies, L. 2002. “Ailuropoda melanoleuca” (On-line). https://animaldiversity.org/accounts/Ailuropoda_melanoleuca/. (Diakses pada 24 Agustus 2021, pukul 20:39). 

Khalika, N. N. 2018. Dibalik Keberhasilan China Mengkonservasi Populasi Panda. URL: https://tirto.id/di-balik-keberhasilan-cina-mengkonservasi-populasi-panda-cFCP (Diakses 22-08-2021, pukul 21:02 WIB)

Lindburg, D. G. (2020, March 18). Giant panda. Encyclopedia Britannica. https://www.britannica.com/animal/giant-panda (Diakses pada 24 Agustus 2021, pukul 21:22).

Putri, G. S. 2021. Kabar Baik, China Umumkan Panda Tak Lagi Terancam Punah. URL: https://www.kompas.com/sains/read/2021/07/11/082726223/kabar-baik-china-umumkan-panda-tak-lagi-terancam-punah?page=all (Diakses 22 Agustus 2021, pukul 16:50 WIB)

Theguardian.com. 2021. Giant Pandas No Longer Endangered in The Wild, China Announces.URL:https://www.theguardian.com/world/2021/jul/09/giant-pandas-no-longer-endangered-in-the-wild-china-announces  (Diakses 22 Agustus 2021, pukul 20:58 WIB)

Wibawa, S. W. 2017. Panda Tak Lagi Terancam Punah, Bagaimana China Melakukannya? URL:https://sains.kompas.com/read/2017/10/06/160700323/panda-tak-lagi-terancam-punah-bagaimana-china-melakukannya- (Diakses 22 Agustus 2021, pukul 20:18 WIB)