Skip to content

LUMBA AMAZON BERWARNA MERAH MUDA

(da Silva dan Martin , 2018)

Lumba-lumba merupakan salah satu satwa mamalia yang hidup di perairan. Mamalia air ini umumnya memiliki warna abu-abu atau kebiruan, namun terdapat lumba-lumba berwarna merah muda yang tinggal di Sungai Amazon. Lumba-lumba tersebut sering dikenal dengan boto.

Inia geoffrensis merupakan lumba-lumba air tawar yang berwarna merah muda. Lumba-lumba ini juga dapat ditemukan di lembah sungai Amazon dan Orinoco serta anak-anak sungai utamanya di Bolivia, Brazil, Colombia, Ecuador, Peru, dan Venezuela. Umumnya hewan ini berhabitat mikro yakni di sungai utama, saluran kecil, muara sungai, danau, dan tepat di bawah air terjun dan jeram  (Best and da Silva, 1993).

Boto memiliki tubuh yang tampak agak gemuk dan berat. Jantan umumnya lebih berat hingga 207 kg dan panjang 2,55 m. Sedangkan, betina panjangnya mencapai 2,18 m dan massa 154 kg. Memiliki moncong yang lebih panjang dari spesies lumba-lumba lain. Moncong panjang berguna untuk mencari makan karena mangsa berukuran kecil dan berada di dasar sungai berlumpur (Best and da Silva, 1989a).

(Ilustrasi dari Uko Gorter dalam da Silva dan Martin , 2018)

Boto memiliki warna yang berbeda sesuai dengan usia, saat masih muda memiliki warna abu-abu gelap dan saat dewasa terdapat warna merah muda. Pada jantan dewasa warna merah muda lebih tampak. Warna merah muda pada jantan berfungsi untuk menarik perhatian dari lumba-lumba betina. Warna merah muda tersebut disebabkan karena jantan lebih banyak bekas luka karena agresi antar jantan lainnya, dan jaringan luka berwarna merah muda. Pada beberapa Boto dewasa memiliki warna lebih gelap pada permukaan punggung mereka daripada yang lain, dan diperkirakan bahwa pewarnaan mungkin bergantung pada suhu, kejernihan air, dan lokasi geografis (da Silva dan Martin , 2018).

Inia geoffrensis termasuk ke dalam status konservasi “endangered”. Kebanyakan aktivitas manusia yang membuat spesies tersebut terancam, seperti penangkapan boto. Bendungan pembangkit listrik tenaga air menyebabkan pasokan pangan untuk ikan dan spesies lainnya menjadi berkurang, dan menurunkan tingkat oksigen di hilir sehingga berpotensi meningkatkan resiko kepunahan. Sungai-sungai yang dihuni oleh I. geoffrensis tercemar oleh pestisida dari ladang pertanian dan logam berat (termasuk merkuri) dari pemurnian emas, yang berdampak negatif pada boto dan mangsanya. (Best and da Silva, 1989b)

sumber :
Best, R., V. da Silva. 1989. Amazon River Dolphin, Boto, Inia geoffrensis (de Blainville, 1817). Pp. 1-23 in S Ridgway, R Harrison, eds. Handbook of Marine Mammals: River Dolphins and the Larger Toothed Whales. London: Academic Press.

Best, R., V. da Silva. 1989. Biology, Status and Conservation of Inia geoffrensis in the Amazon and Orinoco River Basins. International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), Species Survival Commission, Occasional Paper 3: 22-34.

Best, R., V. da Silva. 1993. Inia geoffrensis. Mammalian Species, 426: 1-8.

da Silva, V. M., & Martin, A. R. (2018). Amazon river dolphin: Inia geoffrensis. In Encyclopedia of marine mammals (pp. 21-24). Academic Press.