Skip to content

Metode Penelitian Lapangan

Penelitian Tumbuhan di Lapangan merupakan cara penelitian dengan terjun langsung ke lapangan untuk mendapatkan data yang inginkan. Salah satu metode untuk mendapatkan data yaitu inventarisasi. Secara umum pengertian inventarisasi adalah pencatatan atau pendaftaran barang-barang. Berarti, inventarisasi tanaman hias adalah mendata jenis-jenis tanaman hias yang ada pada lokasi tertentu.

Dalam pengumpulan data vegetasi di lapangan terdapat 2 pengambilan data yaitu dengan cara kulitatif dan kuantitatif. Kualitatif adalah penelitian kualitatif berbentuk deskriptif atau menggambarkan fenomena atau fakta penelitian secara apa adanya, seperti Penyebaran, Kelimpahan, Filogeni, Peridiositas, Stratifikasi, Daya Hidup. Kuantitatif adalah jenis data yang berbentuk numerik atau sistem angka, seperti Kerapatan, Frekuensi, Luas Penutupan, INP, SDR, Indeks Dominansi.

Menurut Febriarta dkk. (2012), tanaman memiliki beberapa fungsi, di antaranya yaitu, visual control (pengontrol pengelihatan), aesthetic values (nilai estetika/keindahan), physical barriers (pembatas fisik), climate control (pengontrol iklim mikro), erosion control (pengontrol erosi), wildlife habitat (habitat kehidupan satwa).

Metode yang tepat digunakan untuk inventarisasi tanaman hias adalah metode jelajah. Metode jelajah adalah cara pengamatan yang dilakukan pada setiap individu yang ditemukan di lokasi penelitian. Purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel dari sumber data dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2009).

Hal yang perlu dimiliki ketika sedang terjun ke lapangan diantaranya yaitu, Alat Tulis, Worksheet, Kamera, dan Peralatan Herbarium.

Pengambilan data lapangan

  • Menjelajahi lokasi penelitian
  • Mengambil sampel tanaman hias yang ditemukan
  • Mendata setiap tanaman hias yang ditemukan, mulai dari nama lokal, nama ilmiah, ciri-ciri, nomor koleksi herbarium, dan lain-lain (sesuai dengan kebutuhan)
  • Mengambil dokumentasi dari sampel yang diambil (difoto/diambil untuk herbarium)
  • Melakukan identifikasi berdasarkan worksheet dan herbarium

Teknik Herbarium

Herbarium adalah koleksi spesimen yang telah ditekan dan dikeringkan (Rideng, 1989). Adapun tujuan pembuatan spesimen herbarium adalah sebagai berikut.

  1. Mendokumentasikan kekayaan flora yang sangat tinggi
  2. Menggambarkan karakteristik species tumbuhan yang diawetkan
  3. Mengetahui bentuk-bentuk morfologi tumbuhan tingkat tinggi (daun, batang, bunga, buah dan biji) yang menjadi ciri khas suatu tumbuhan

Fungsi Herbarium

Menurut Rideng (1989), herbarium memiliki beberapa fungsi, di antaranya adalah sebagai berikut. Sebagai pusat referensi. Koleksi herbarium merupakan sumber utama identifikasi tumbuhan bagi para ahli taksonomi, para ahli ekologi, pecinta alama, dan lainnya. Sebagai suatu lembaga dokumentasi. Koleksi herbarium mempunyai nilai sejarah, seperti tipe dari suatu taksa baru, contoh dari penemuan baru, kumpulan specimen yang digunakan untuk membuat flora, revisi, dan monograf. Sebagai pusat penyimpan data. Herbarium merupakan pusat data untuk semua penelitian di bidang taksonomi.

Tahapan Herbarium

  1. Collecting
  2. Mengumpulkan jenis-jenis tumbuhan yang akan diidentifikasi atau diteliti. Ambil tumbuhan dengan bagian yang lengkap (setidaknya daun, tangkai, bunga), sehingga mempermudah proses identifikasi. Semua tumbuhan yang diambil dimasukkan ke dalam kantong plastik.
  3. Labelling
  4. Setelah inventarisasi, langkah selanjutnya adalah memberi keterangan pada setiap tumbuhan. Keterangan pada label biasanya meliputi kode herbarium, nama lokal, nama ilmiah, perawakan, dan ciri-cirinya.
  5. Pressing
  6. Beberapa spesimen yang telah dibuat ditumpuk menjadi satu lalu ditekan di antara dua sasak (kira-kira berukuran 30 x 40 cm)  
  7. Mounting
  8. Tahap akhir dari herbarium adalah proses penempelan spesimen (mounting). Spesimen yang telah kering dijahit atau dilem pada karton. Terakhir, spesimen tersebut diberi label keterangan yang baru.

DAFTAR PUSTAKA

Febriarta, H. A., E. Sulistyaningsih, & S. N. R. Irawan. 2012. Identifikasi karakteristik dan fungsi tanaman hias untuk taman rumah di dataran medium dan dataran rendah. Vegetalika 1(1) : 12.

Rideng, I. M. 1989. Taksonomi Tumbuhan Biji. Jakarta: Depdikbud. Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta.