Skip to content

Ornamental Plant and How To Develop it

Pengenalan tananaman hias (Pengelolaan dan pemanfaatannya)

Tanaman hias merupakan tanaman yang dibudidayakan atau ditanam karena memiliki nilai keindahan baik pada bunga, daun, maupun keseluruhan dari bagian tanaman tersebut. Tanaman hias biasanya banyak dijumpai pada halaman/perkarangan rumah. Tanaman hias yang sering dijumpai di perkarangan rumah masyarakat diantaranya melati, mawar, tapak dara, lidah mertua, lidah buaya, kumis kucing, kembang sepatu, dan lain-lainnya. Tanaman hias merupakan salah satu dari pengelompokan berdasarkan fungsi dari tanaman hortikultura. Oleh karena itu dalam konteks umum tidak menutup kemungkinan bahwa suatu tanaman sayuran, tanaman obat, atau tanaman buah menjadi tanaman hias, atau sebaliknya (Majana & Saputri, 2019).

Berdasarkan bagiannya tanaman hias dibedakan menjadi 3 bagian, yaitu Tanaman hias bunga, Tanaman hias daun, dan Tanaman hias batang. Tanaman hias memiliki banyak manfaatnya diantaranya yaitu, memperbaiki iklim (amelioration uses); fungsi engineering; fungsi arsitektural; fungsi estetis; fungsi pengarah, tanaman berfungsi mengarahkan dan memudahkan sirkulasi; fungsi pembatas, tanaman berfungsi sebagai tabir untuk pembatas pemandangan; fungsi peneduh, tanaman berfungsi memberi keteduhan; fungsi kontrol angin, tanaman berfungsi sebagai penahan, pemecah, pengarah angin; fungsi kontrol polusi, tanaman berfungsi sebagai toleran dan dapat menyerap polutan; fungsi konservasi, tanaman berfungsi untuk melindungi tanah dan air serta mencegah erosi; fungsi kontrol visual, tanaman berfungsi sebagai pengarah visual, pembingkai, pemandangan, membatasi pemandangan buruk.

Tanaman hias memiliki fungsi ekonomis, karena banyak orang berbondong-bondong untuk memelihara tanaman hias di rumahnya maisng-masing. Keunggulan dari usaha tanaman hias adalah sebagai berikut.

  1. Tidak tergantung musim
  2. Perputaran modalnya cepat
  3. Mudah rusak dan beresiko tinggi

Tanaman hias menurut cara koleksinya dibedakan menjadi dua macam yaitu indoor dan outdoor. Tanaman outdoor merupakan tanaman yang ditanam di luar rumah, sedangkan tanaman indoor adalah tanaman yang bisa disimpan di dalam ruangan. Salah satu bentuk koleksi tanaman indoor adalah terrarium.

Terarium merupakan cara menanam tanaman hias di dalam wadah kaca tembus pandang dan ditata sehingga nampak seperti taman. Tujuan pembuatan terarium untuk memberikan kesempatan bagi tanaman dan bunga agar dapat hidup di dalam suatu atmosfir atau iklim yang terkontrol dan kelembaban yang konstan. Air yang diperlukan untuk tumbuhan agar tetap hidup dan menarik akan disediakan oleh uap lembab yang mengalami siklus ulang. Uap air akan menjadi dingin dan melepaskan uap lembabnya. Kemudian uap lembab menetes ke tanaman sampai ke tanah sehingga terarium mempunyai sarana penyiraman sendiri. Dapat dikatakan bahwa terarium merupakan biosfer buatan yang paling alami karena fungsi biologis yang terjadi dalam terarium pun mirip dengan yang terjadi di alam. Sehingga terarium dapat juga dijadikan laboratorium biologi mini (Sa’idah, 2017).

Keuntungan terarium sendiri tidak terpengaruh oleh iklim. Tanaman yang ditanam menggunakan terarium tidak terlalu menuntut banyak perhatian, dalam hal ini terarium dapat menyirami dirinya sendiri. Tidak terlalu banyak memerlukan sinar matahari. Kemungkinan diserang oleh serangga atau hama juga sangat kecil. Terarium cocok diterapkan pada perkotaan karena tidak terlalu membutuhkan lahan yang luas (Sa’idah, 2017).

Perawatan Indoor Plant

  1. Melakukan pemupukan secara rutin karena tanaman hanya memperoleh makanan dari pot yang terbatas.
  2. Ganti pot secara teratur seiring bertumbuhnya tanaman agar ukuran pot tetap sesuai dengan ukuran tanaman.
  3. Setiap seminggu atau 2 minggu sekali keluarkan tanaman agar mendapat sinar matahari selama 2 sampai 3 jam.
  4. Pangkas daun-daun yang layu dan tua.

Dapat disimpulkan bahwa prospek dari tanaman hias sangatlah banyak. Sebagai generasi milenial kita harus dapat berkreatifitas untuk menghasilkan inovasi baru. Dalam perawatannya pun tanaman hias cukup mudah yang paling penting penempatan tanaman sebaiknya memiliki sirkulari udara maupun cahaya yang baik agar pertumbuhannya maksimal. Pemberian air (zat hara) harus diperhatikan, jangan sampai airnya mengering.

DAFTAR PUSTAKA

Majana, Saputri, I. 2019. Pemanfaatan Tanaman Hias Sebagai Obat Tradisional. Jurnal Jeumpa, 6 (1): 210-2014. Sa’idah, L. 2017. Perancangan Video Instruksional Tentang Olah-Kreasi Terarium Dan Limbah Wadah Kaca Bekas. Skripsi. Yogyakarta: Institut Seni Indonesia Yogyakarta