Skip to content

PAUS PURBA MEMILIKI KAKI DAN DAPAT HIDUP DI DARAT

(Ilustrasi dari DR Robert W. Boessenecker dalam Shivaram, 2021)

Hewan paus merupakan mamalia yang hidup di lautan. Umumnya memiliki tubuh yang besar dan ​​berenang dengan menggerakkan ekornya ke atas dan ke bawah. Namun berdasarkan penelitian mengungkapkan bahwa paus purba dapat hidup dari darat ke laut dan sepenuhnya menjadi hewan akuatik. Paus mengalami revolusi yaitu Protocetidae yang mewakili tahap semi akuatik yang unik dalam transformasi evolusioner tersebut.

Spesies baru dari Protocetidae ditemukan dalam kondisi yang tidak utuh berupa fosil di Cekungan Fayum, Mesir. Nama spesies Anubis merujuk pada Dewa Kematian Mesir Kuno yang bernama Dewa Anubis. Hal tersebut disebabkan spesies ini memiliki kemampuan merobek mangsanya, maka bagi mangsanya paus akan berperan sebagai dewa kematian di habitatnya. Phiomicetus Anubis diperkirakan berdasarkan ukuran tengkorak dengan protocetidae lain memiliki berat sekitar 600 kg dalam kondisi hidup. Berdasarkan panjangnya neural spines pada vertebra torakalis anterior menunjukkan bahwa spesies ini dapat menopang beratnya di darat seperti protocetidae lainnya dan sesuai berdasarkan cirinya sebagai hewan semi akuatik (Gohar et al., 2021).

(Gohar et al., 2021)

Spesies paus purba ini (Phiomicetus) merupakan hewan karnivora dan Piscivor dan mungkin menggunakan mekanisme yang sama dengan yang digunakan buaya dan hiu modern dalam berburu mangsa besar (misalnya ikan besar atau cetacea kecil) dengan menarik mereka ke darat atau mencabik-cabiknya dengan menangkap sebagian mangsa dengan rahang yang kuat kemudian menggulung dan memelintir seluruh mangsanya. Hal tersebut didasari dari keseluruhan anatomi kerangka, otot dan gigi menunjukkan efisiensi tinggi dalam menangkap mangsa yang sulit ditangkap (Gohar et al., 2021).

Penemuan fosil tersebut sangat berguna bagi perkembangan ilmu mengenai evolusi dan kehidupan organisme di masa lalu. Selain itu, publikasi jurnal juga membantu dalam memperkuat dan melengkapi teka-teki evolusi transisi paus darat menuju hewan akuatik.

Sumber :

Gohar, A. S., Antar, M. S., Boessenecker, R. W., Sabry, D. A., El-Sayed, S., Seiffert, E. R., … & Sallam, H. M. (2021). A new protocetid whale offers clues to biogeography and feeding ecology in early cetacean evolution. Proceedings of the Royal Society B, 288(1957), 20211368. Shivaram, D. 2021. Scientists Discover Fossil Of A 4-Legged Whale With A Raptor-Like Eating Style. Diakses pada 19 September 2021 pukul 23.40 WIB. {Online}:https://www.npr.org/2021/08/27/1031659020/four-legged-whale-legs-discovered-43-million-years