Skip to content

PELATIHAN PENULISAN STUDI LITERATUR

Artikel Ilmiah adalah tulisan/karangan yang disusun berdasarkan riset ilmiah (Laporan penelitian Ilmiah). Sedangkan riset ilmiah adalah kegiatan penelitian yang dilandasi oleh kaidah ilmu-ilmu tertentu (Teori, metodologi, pendekatan).

Penelitian Studi Literatur

Yang dimaksud penelitian kepustakaan adalah penelitian yang dilakukan hanya berdasarkan atas karya tertulis, termasuk hasil penelitian baik yang telah maupun yang belum dipublikasikan (Embun, 2012).  Penelitian dengan studi literatur adalah sebuah penelitian yang persiapannya sama dengan penelitian lainnya akan tetapi sumber dan metode pengumpulan data dengan mengambil data di pustaka, membaca, mencatat, dan mengolah bahan penelitian.

Format Penulisan Artikel

1.1. Judul Artikel Ilmiah. …

1.2 Nama dan Alamat Penulis. …

1.3 Abstrak dan Kata Kunci (abstract and keywords) …

1.4 Pendahuluan (Introduction) …

1.5 Metode (Methods) …

1.6 Hasil dan Pembahasan (Results and Discussion) …

1.7 Simpulan dan Saran (Conclusion and Suggestion) …

1.8 Ucapan Terimakasih (Acknowledgement)

Cara mencari topik penelitian

Dalam penentuan topik penelitian, kita dapat mencari nya dengan berdasarkan aspek-aspek berikut ini, yaitu Kebijakan pemerintah; Peristiwa alam terkini (bencana alam, pandemi, climate change, dll.); Konflik; Inovasi teknologi; Metode baru; Membandingkan data lama dan data baru (time series); Membandingkan data berdasarkan tempat. Tetapi yang paling penting syarat penelitian adalah Novelty/Kebaruan. Penelitian akan dilirik ketika adanya inovasi ataupun kebaruan yang dibawakan.

Penulisan judul

Dalam penulisan judul pada penelitian diperlukan 5W + 1 H. Apa masalah yang diambil, Mengapa masalah tersebut dapat ditanggulangi dengan cara tersebut, dan lain-lain.

Penulisa latar belakang

Dalam penulisan latar belakang diperlukan adanya 4 poin yang dicakup oleh latar belakang, yaitu Uraian masalah yang akan diteliti; Menjelaskan judul; Menjawab kata kunci judul; Alasan memilih judul.

Kerangka berpikir

Kerangka berpikir diperlukan Sintesis tinjauan Pustaka; Menjawab masalah dan tujuan; Membantu hipotesis.

Metode

Metode menggunakan studi literatur. Pengumpulan data dengan menggunakan metode ini diperoleh dari buku artikel ilmiah, data terbitan pemerintah dan data penelitian ilmiah yang belum terpublikasi.

Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini meliputi data yang berkaitan dengan proses dan data yang didapat dari pengalaman setiap keluarga. Data yang berkaitan dengan proses merupakan data kualitatif, contohnya bagaimana cerita masyarakat mengenai tradisi/kebiasaan makan masyarakat. Data tersebut tidak ditanyakan pada setiap orang, melainkan diwakili oleh orang-orang atau komunitas tertentu yang kompeten dibidangnya. Berbeda dengan data yang berkaitan dengan pengalaman dari setiap keluarga yang harus didapatkan dari masing-masing keluarga sehingga tidak dapat diwakili oleh informan, contohnya untuk mengetahui presentase frekuensi makan yang biasa dilakukan oleh masyarakat.

Pengumpulan data kualitatif dilakukan dengan metode wawancara semi-struktur, observasi langsung, dan eksplorasi. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan dengan metode wawancara terstruktur dan analisis vegetasi. Analisis data kualitatif dilakukan dengan triangulasi data, melakukan crosschecking, summarizing, dan synthesizing. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan melakukan analisis statistik sederhana dan penghitungan nilai SDR (Summed Dominant Ratio) dari jenis tumbuhan pangan. Data kualitatif dan data kuantitatif selanjutnya dinarasikan secara deskriptif analisis (Iskandar, 2018).

Setelah terkumpul datanya maka data akan masuk ke tahap analisis data. Analisis ini menggunakan cara Sintesis antar literatur dan Dikomparasi. Lalu hasil dari analisis akan masuk ke tahap penulisan yang disusun dari hasil sintesis dan dituliskan sesuai dengan urutan rumusan masalah.

Dalam merumuskan pembahasan diawali dengan identifikasi poin-poin masalah dan menguraikannya menjadi subpermasalahan. Penulisan simpulan dilakukan dengan merangkum hasil pembahasan secara berurutan dan harus menjawab indetifikasi masalah. Penulisan saran biasanya diberikan kepada pemerintah dan skateholder terkait serta saran dari kekurangan penelitian juga dituliskan dalma bagian ini.

Teknik pengumpulan data

1. Wawancara semi terstruktur

Wawancara semi terstruktur adalah teknik pemilihan informan menggunakan snowball sampling, informasi yang akan dibahas secara mendalam dan dibutuhkan dalam penelitian, kriteria informan berdasarkan kompetensi (harus ditarget), wawancara menggunakan pedoman wawancara (Munir, 2019).

2. Wawancara terstruktur

Wawancara terstruktur (structured interview) digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan di peroleh. Oleh karena itu dalam melakukan wawancara, pengumpul data telah menyiapkan instrument penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabanya pun telah disiapkan. Dengan wawancara terstruktur ini setiap responden diberi pertanyaan yang sama, dan pengumpul data mencatatnya (Munir, 2019).

Wawancara terstruktur dilakukan dengan menggunakan lembar kuisioner kepada responden yang dilakukan secara acak (simple random sampling) dan menggunakan rumus statistic. Data dari wawancara terstruktur dikelompokan kemudian dianalisis menggunakan statistic sederhana dan dinarasikan secara deskriptif

DAFTAR PUSTAKA

Embun. 2012. Banjir Embun. Retrieved from Penelitian Kepustakaan: http://banjirembun.blogspot.co.id/2012/04 /penelitian-kepustakaan.html

Munir, M. S. 2019. Penggunaan Sumber Belajar Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Aqidah Akhlak Di Mts Assyafi’iyah Gondang Tulungagung. Surabaya:UIN Satu Tulungagung