Skip to content

Pentingkah Konservasi Herpetofauna? Berdasarkan Persepsi Masyarakat Kota Bandung

Penulis : M. Dikri Sulaiman, Ester Mega Bintang S., Resty Septiayu, Siti Rodiyah, M. Zamzam Muzamil, & M. Terry Agustian

Pendahuluan

            Herpetofauna merupakan kelompok hewan melata yang banyak ditemukan di alam. Yang mana kelompok herpetofauna ini terdiri dari berbagai jenis amfibi dan reptil (Das, 1997). Jumlah populasi herpetofauna di dunia saat ini meliputi jenis reptil sebanyak 13.047 dan amfibi sebanyak 8.380 (Uetz & Stylianou, 2018; Frost, 2021). Sedangkan di Indonesia terdapat sekitar 755 jenis reptil dan amfibi 409 jenis. Saat ini, herpetofauna menjadi salah satu kelompok hewan yang sangat diperhatikan karena masih minimnya penelitian terhadap herpetofauna. Dan hal ini berpengaruh terhadap konservasi herpetofauna. Meskipun begitu, herpetofauna ini memiliki peranan yang sangat penting di alam. Terutama peranannya dalam menjaga keseimbangan rantai makanan juga keberadaannya dibutuhkan sebagai bioindikator yang dapat digunakan sebagai analisis kualitas lingkungan (Vitt & Caldwell, 2009). Akan tetapi sangat disayangkan, saat ini pemanfaatannya mengarah pada pemanfaatan yang tidak berjangka panjang seperti digunakan sebagai obat, bahan makanan, dan sebagainya. Dan hal dapat menimbulkan persepsi yang salah dikalangan masyarakat sehingga berpotensi terjadinya eksploitasi herpetofauna di alam bebas (Kusrini, 2019).

            Di Kota Bandung sendiri, herpetofauna yang banyak dijumpai adalah ular. Hal itu berkaitan dengan penemuan berbagai jenis ular oleh masyarakat setempat. Dan tidak jarang menimbulkan konflik herpetofauna dengan masyarakat. Seperti halnya terjadi pembunuhan herpetofauna yang berpotensi menyebabkan penurunan populasi herpetofauna. Oleh karena itu, penelitian terkait “Persepsi Masyarakat terhadap Konservasi Herpetofauna di Kota Bandung” ini bertujuan untuk mengetahui pandangan masyarakat terhadap keberadaan herpetofauna, untuk dikaitkan terhadap konservasi herpetofauna.

Isi

            Penelitian ini dilakukan dengan penyebaran kuesioner secara online untuk mengetahui pemahaman dan persepsi masyarakat terhadap herpetofauna. Yang mana kriteria utama dalam pengisian kuesioner adalah masyarakat yang berdomisili di Kota Bandung dengan rentang umur berkisar 17-22 tahun. Dan dari penelitian ini didapatkan berbagai pemahaman terkait herpetofauna. Dimana masih terdapat sekitar 12,5% dari seluruh jumlah responden yang tidak mengetahui tentang herpetofauna. Selain itu, sebagian besar masyarakat menganggap bahwa herpetofauna merupakan hewan yang menjijikan dan menyeramkan. Meskipun begitu, berdasarkan penelitian ini, masyarakat masih peduli terhadap keberadaan dari herpetofauna. Hal ini dapat dilihat dalam respon masyarakat ketika bertemu dengan herpetofauna. Dimana sekitar 66,7% masyarakat dari total responden lebih memilih melapor pada pihak yang berwajib untuk mengamankan herpetofauna dan sekitar 6,3% dari total yang memilih membunuh serta yang lainnya memilih untuk mengusir atau membiarkannya.

            Upaya dalam penanganan herpetofauna ini tentu dapat dilakukan dengan banyak cara. Namun, yang menjadi perhatian adalah bagaimana masyarakat menganggap pentingnya eksistensi kelompok herpetofauna di alam. Dari pertanyaan yang diberikan dalam kuesioner terkait konservasi herpetofauna, 99% masyarakat menganggap bahwa konservasi herpetofauna ini perlu dilakukan mengingat pentingnya dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta dianggap memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan. Dan sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa akan lebih baik bila konservasi herpetofauna dilakukan dengan menjaga kelestarian habitatnya. Namun demikian, masih terdapat sebagian masyarakat yang beranggapan bahwa cara untuk melestarikan keberadaan herpetofauna ini dengan cara menjadikannya sebagai hewan peliharaan.

Kesimpulan

            Berdasarkan hasil penelitian mengenai persepsi masyarakat terhadap konservasi herpetofauna di Kota Bandung, dapat disimpulkan bahwa konservasi herpetofauna penting untuk dilakukan. Dan cara tepat yang dianggap baik oleh sebagian besar masyarakat adalah dengan menjaga kelestarian habitatnya. Dan hal ini dapat dilihat dari persepsi dan respon masyarakat dalam menanggapi keberadaan herpetofauna. Dimana sebagian masyarakat memilih untuk tidak membunuhnya. Dan hal ini menandakan bahwa masyarakat peduli terhadap herpetofauna dengan menyerahkan kepada pihak berwajib yang tentunya akan dikembalikan pada habitat aslinya.

Daftar Pustaka

Das, I. (1997). Conservation Problem of Tropical Asia’s Most Threatened Turtle. In J. Van Abbema (ed.), Conservation, restoration, and management of tortoises and turtles (295–308). New York: New York Turtle and Tortoise Society and WCS Turtle Recovery Program.

Frost, D. R. (2021). Amphibian Species of the World: an Online Reference. Version 6.1 (Date of access). New York: American Museum of Natural History. Electronic Database accessible at https://amphibiansoftheworld.amnh.org/Amphibia

Kusrini, M. D. (2019). Metode Survei dan Penelitian Herpetofauna. Bogor: IPB Press.

Uetz, P., & Stylianou, A. (2018). The Original Descriptions of Reptiles and Their Subspecies. Zootaxa, 4375(2), 257–264.

Vitt, L. J., & Caldwell, J. P. (2009). Herpetology. An Introductory Biology of Amphibians and Reptiles (3rd ed). USA: Elsevier.