Skip to content

Peran Pengguna Publik di TNUK

faktabanten.co.id

Tahani Vidra Putri – 2019

Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang cukup tinggi. Baik itu dari segi ekosistem atau pun flora dan fauna yang terdapat di dalamnya. Hal ini bukan hanya menjadi salah satu aset untuk generasi ke depan, melainkan keanekaragaman tersebut pun dapat menjadi manfaat tersendiri pada masa kini. Beberapa manusia terus memanfaatkan keanekaragaman tersebut untuk keberlangsungan hidupnya, baik itu dalam bidang ekonomi, pendidikan, sosial, dan lain sebagainya. Secara rinci, keanekaragaman yang ada mampu di manfaatkan sebagai bahan penelitian dan pariwisata. Keanekaragaman ini pun menjadi faktor utama dalam menyeimbangkan kehidupan.

Salah satu keanekaragaman hayati yang telah disebutkan diatas ialah Taman Nasional Indonesia. Dimana terdapat 54 taman nasional di Indonesia. Dari beberapa taman nasional tersebut, terdapat Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) yang cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia bahkan dunia. Dimana taman nasional ini melindungi salah satu satwa khas yakni badak jawa. Tidak hanya itu, TNUK pun menyajikan keindahan wisata bahari lainnya, baik dari daratan atau pun lautan. Hal inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung untuk datang ke TNUK. Sehingga apa yang terjadi di dalamnya disertakan dengan adanya andil dari para pengunjung . Dimana pengunjung merupakan para pengguna publik di TNUK. Lalu apa yang bisa dilakukan para pengunjung untuk tetap bisa bertanggung jawab dengan memiliki hak nyaman untuk menikmati keindahan TNUK?

Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK) juga UNESCO (The United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organisation) bekerja sama dengan RARE dalam membentuk program Linking Biodiversity Conservation and Sustainable Tourism. Program ini dibentuk dengan kegiatan berupa Public Use Planning atau Perencanaan Penggunaan oleh Publik (PoP). Dalam artian semua bentuk penggunaan produk, pendidikan lingkungan, dan penelitian yang dilakukan dalam kawasan konservasi oleh para pengguna publik merupakan salah satu cara untuk meningkatkan perlindungan TNUK. Para pengguna publik mampu membantu para masyarakat di sekitar kawasan TNUK juga TNUK itu sendiri dalam segi pendanaan. Selain itu, dengan suguhan terbaik dari TNUK, para pengunjung diharapkan mampu memunculkan rasa untuk terus mendukung keberlangsungan dari TNUK sehingga dampak pengunjung terhadap TNUK pun berada dalam batas perubahan yang masih bisa diterima (Abdurrachman dan Annisa, 2017).

Demikian, rasa peduli, empati, serta simpati yang dibuktikan dalam aksi nyata akan memberi dampak positif bagi Taman Nasional Indonesia, khususnya TNUK itu sendiri. Dan sebagai pengunjung yang baik, maka kita harus mau untuk bertanggung jawab dalam tetap menjaga, melestarikan, serta merawat keanekaragaman tersebut. Oleh karena itu, mari menjadi pengguna publik yang baik. Karena satu kebaikan akan membawa berjuta perubahan baik ke depannya.

Referensi:

Abdurrachman dan Annisa Pratiwi. 2017. PENGELOLAAN TAMAN NASIONAL UJUNG KULON (TNUK).

Artikel ini ditulis oleh relawan konten untuk www.idnationalparks.com dengan merujuk pada berbagai referensi online yang tersedia. Program relawan konten ditujukan sebagai wadah belajar bersama untuk semakin mengenal taman nasional di Indonesia beserta upaya yang telah dilakukan dalam mengelolanya. Isi dari artikel merupakan tanggung jawab penulis.Jakarta. Journal of Indonesian Tourism and Policy Studies. (2) 2.