Skip to content

PERBANDINGAN SIMPANAN KARBON OLEH MANGROVE DAN LAMUN DI INDONESIA

Ghefira Rahma Sativa, Hasna Nurul Hadi, Queentha Ditasari Simandjuntak, Bilhaq Fahmi Ilmi, Tahani Vidra Putri, Arnida Kusumadewi, I Nyoman Ngurah Surya Jaya, Salsabila Laraswari, Almira Natha Dewanti, Desti Mutiara Putri

Abstrak

Dewasa ini dampak perubahan iklim semakin jelas terjadi, namun solusi yang dapat dilakukan untuk menanggulanginya masih sangat minim ditawarkan. Perubahan iklim terjadi akibat meningkatnya konsentrasi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dan sebagian besar dari emisi ini merupakan gas karbondioksida. Sekitar 40% dari karbon dioksida tetap berada di atmosfer dan sisanya dikeluarkan dari atmosfer dan disimpan di darat (tanaman dan tanah) juga laut. Simpanan karbon merupakan salah satu proses yang dapat dimanfaatkan untuk menanggulangi permasalah peningkatan emisi karbon melalui fotosintesis dan disimpan dalam bentuk karbon organik. Ekosistem yang mempunyai kemampuan alami untuk menyimpan karbon organik atau yang biasa disebut karbon biru (blue carbon) adalah ekosistem mangrove, lamun, dan rawa asin. Indonesia merupakan wilayah tropis yang memiliki dua ekosistem pesisir yaitu mangrove dan lamun. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan simpanan karbon oleh mangrove dan lamun. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode studi kepustakaan. Data sekunder yang diperoleh akan dianalisis dengan metode eksposisi. Berdasarkan data yang diperoleh, mangrove memiliki nilai rata-rata simpanan karbon sebesar 83.354,58 gC/m2. Sedangkan, pada lamun diperoleh nilai rata-rata simpanan karbon sebesar 6.360,21 gC/m2. Simpanan karbon pada mangrove menunjukan nilai yang lebih tinggi dibandingkan lamun. Mangrove juga dapat mengakumulasi karbon relatif lebih cepat sehingga memiliki potensi besar untuk mengurangi risiko perubahan iklim.

Kata kunci : lamun, mangrove, simpanan karbon, perubahan iklim

Teks Lenkap: