Skip to content

Phylum Tardigrada Hewan yang Hidup di Daerah Sangat Ekstrem

Arnida K - 2019

Tardigrada termasuk ke dalam makhluk mikro metazoa yang sering disebut dengan beruang air. Hewan ini disebut  beruang air karena memiliki ciri bergerak dengan lambat, memiliki 4 kaki dengan cakar Selain itu, berbentuk silinder, dengan panjang hingga 2,1 mm (Nelson et al., 2015 dan Weronika et al., 2017). 

Tiap individu dari beruang air merupakan dioecious dan biseksual atau dimorfisme seksual. Beruang air juga merupakan hewan yang ovipar, telur yang dikeluarkan akan disimpan pada lingkungan bebas yang ada disekitarnya ataupun dapat disimpan pada kulitnya. Lingkungan yang menjadi tempat beruang air hidup bukan hanya berada di air tawar,laut dan darat. Tardigrada dapat ditemukan di habitat yang rawan mengalami kriptobiosis. Pada umumnya hewan yang mengalami keadaan kriptobiosis akan menghentikan metabolisme, dan akan kembali saat keadaan sudah stabil. Oleh karena itu, tardigrada juga memiliki mampu bertahan hidup dalam bentuk tidak aktif selama bertahun-tahun (Weronika et al., 2017). 

Keadaan kriptobiosis yang dihadapi oleh beberapa jenis tardigrada adalah suhu beku, salinitas yang berlebihan, kekurangan oksigen dan kekurangan air di lingkungan. Keadaan yang tidak menguntungkan tersebut akan membuat aktivitas metabolisme tardigrada rendah, adaptasi yang ditemukan adalah dengan menyusutkan tubuhnya membentuk “tun”. Tun membuat tardigrada mengurangi penguapan saat keadaan anhydrobiosis dengan memperlambat hilangnya air (Weronika et al., 2017). Selain itu, bioprotektan dan beberapa protein (misalnya LEA , HSP, CAHS, SAHS dan protein aquaporin) pada tardigrada juga mempertahankan bentuk makromolekul agar sel tidak rusak saat keadaan tidak menguntungkan (Förster et al., 2009 dalam Weronika et al., 2017).

Berdasarkan bentuk adaptasi yang dapat dilakukan oleh tardigrada pada lingkungan ekstrim di bumi membuat peneliti mengkaji tardigrada menjadi model organisme percobaan pada keadaan lingkungan luar angkasa. Salah satu penelitian bertujuan untuk menganalisis dampak tekanan lingkungan, ciri-ciri riwayat hidup dan kerusakan DNA di luar angkasa pada tardigrada (Murray, 1911 dalam Weronika et al., 2017). Selain itu, terdapat juga percobaan yang membuktikan tardigrada dapat bertahan dari paparan ruang hampa, tetapi penambahan faktor seperti radiasi sinar UV (May et al 1964 dalam Weronika et al., 2017). 

Beberapa penelitian yang sudah dipublikasikan, membuat penelitian astrobiologi mengenai tardigrada kedepannya menjadi lebih luas. Studi yang luas dapat memberikan kemungkinan bertahan dalam waktu lama ketika kondisi lingkungan tidak mendukung (Weronika et al., 2017). 

Sumber:

Nelson, D. R., Guidetti, R., & Rebecchi, L. (2015). Phylum tardigrada. In Thorp and Covich’s freshwater invertebrates (pp. 347-380). Weronika, E., & Łukasz, K. (2017). Tardigrades in Space Research – Past and Future. Origins of life and evolution of the biosphere : the journal of the International Society for the Study of the Origin of Life, 47(4), 545–553.