Skip to content

Ragamnya Varian Covid-19 Serta Pro Kontra Penggunaan Vaksin

Apa itu Coronavirus?

Coronavirus adalah keluarga besar dari virus RNA untai tunggal (+ssRNA) dengan ukuran partikel 120-160 nm yang menyebabkan penyakit pada manusia mulai dari gejala ringan seperti flu biasa (common cold) sampai gejala berat seperti kerusakan pada organ pernapasan (Kemenkes, 2020). Struktur Coronavirus terdiri dari sampul (enveloped) dengan partikel berbentuk bulat atau seringkali pleomorfik (Levani dkk., 2021). Coronavirus yang menjadi etiologi Covid-19 termasuk dalam genus Betacoronavirus. Virus ini termasuk dalam subgenus yang sama dengan Coronavirus penyebab wabah Severe Acute Respiratory Syndrom (SARS) pada tahun 2002-2004 yang lalu, yaitu Sarbecovirus (Susilo dkk., 2020). Awalnya virus ini diberi nama 2019 novel Coronavirus (2019-nCoV). Setelah dilakukan penelitian lebih lanjut, International Committee on Taxonomy of Viruses (ICTV) mengajukan nama SARS-CoV-2 (Parwanto, 2020). Organisasi Kesehatan Dunia secara resmi memberikan nama virus tersebut SARS-CoV-2 dan nama penyakitnya Covid-19 (WHO, 2020).

Coronavirus pada umumnya menyerang hewan, diantaranya kelelawar dan unta. Penelitian menyatakan bahwa Coronavirus bersifat zoonosis yaitu dapat ditularkan dari hewan ke manusia (Levani dkk., 2021). World Health Organization (WHO) menetapkan Covid-19 sebagai pandemi pada tanggal 11 Maret 2020. Orang yang paling berisiko tertular penyakit ini adalah orang yang kontak erat dengan pasien Covid-19. Reseptor yang dimiliki oleh virus Corona hanya mampu menempel pada sel inang pada hewan saja. Lambat laun, virus ini dapat bermutasi dengan merubah susunan dirinya sehingga memiliki reseptor yang kompatibel untuk menempel pada sel manusia. Penelitian mengungkapkan bahwa reseptor yang cocok dengan virus Corona adalah Angiotensin-Converting Enzyme-2 (ACE-2) yang terdapat pada sel manusia (Briggs, 2020).

Bagaimana Covid-19 bisa menginfeksi manusia?

  1. Covid-19 dapat menyebar melalui cairan yang berasal dari tubuh seseorang melalui batuk atau bersin, kemudian masuk ke tubuh apabila dalam posisi berdekatan atau menempel pada benda yang pernah dilalui penderita.
  2. Virus masuk ke dalam tubuh dan menempel pada reseptor sel-sel kemudian berkembang.
  3. Partikel virus kemudian bergerak ke belakang saluran hidung dan membran mukosa di belakang tenggorokan.
  4. Bagian protein virus corona menempel pada sel membrane dan memungkinkan material genetik masuk ke tubuh manusia.
  5. Material genetik tersebut akan membajak metabolisme sel yang menyebabkan sel tidak berfungsi normal.
  6. Virus berkembang dan menginfeksi sel di sekitarnya.
  7. Virus kemudian mencapai paru-paru dan menginfeksi membran mukosa sehingga alveoli perlu bekerja lebih keras.
  8. Terjadi pembengkakan yang menyebabkan oksigen lebih sulit bergerak melintasi membran  mukosa dan menyebabkan area paru-paru penuh cairan, nanah, dan sel mati (Indonesia Baik, 2021).

Apa saja varian dari Covid-19?

Varian Covid-19 terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu:

  1. Varian of concern: varian yang sudah terbukti memiliki indikasi peningkatan penularan virus, keparahan gejala, pengurangan efektivitas obat atau vaksin, dan kegagalan deteksi diagnostik.
  2. Variants of interest: varian yang masih diprediksi (belum cukup bukti) memiliki indikasi peningkatan penularan virus, keparahan gejala, pengurangan efektivitas obat atau vaksin, dan kegagalan deteksi diagnostik (CDC, 2021).

Apa itu vaksin?

Vaksin merupakan produk biologi yang mengandung agen mikroorganisme penyebab penyakit dan dibuat dari bentuk mikroba yang dilemahkan atau dibunuh. Vaksin digunakan untuk menghasilkan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit tertentu (Febriani, 2021). Sistem kekebalan tubuh manusia bisa terbentuk secara alami saat terinfeksi agen penyakit. Namun, infeksi virus Corona memiliki daya penyebaran dan risiko kematian yang tinggi sehingga diperlukan vaksinasi untuk membentuk sistem imun (Nareza, 2021). Vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan ada bermacam-macam. Ada vaksin yang memanfaatkan virus Corona yang telah dimatikan atau dilemahkan dan ada juga yang memanfaatkan teknologi rekayasa genetika, seperti vaksin mRNA (Andrian, 2020). 

Apa saja jenis vaksin yang sudah diizinkan di Indonesia?

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No.HK.01.07/Menkes/12758/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin untuk Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, pemerintah telah mengumumkan secara resmi tujuh vaksin Covid-19 yang akan digunakan Indonesia. Daftar tujuh vaksin tersebut, diantaranya:

1. Vaksin Sinovac

2. Vaksin PT Bio Farma

3. Vaksin Novavax

4. Vaksin Oxford-AstraZeneca

5. Vaksin Pfizer-BioNTech

6. Vaksin Moderna

7. Vaksin Sinopharm

(Dwianto, 2021)

Perbedaan jenis vaksin Covid-19 yang sedan dan akan digunakan di Indonesia.

1.     Sinovac dan Sinopharm

Berasal dari Tiongkok. Menggunakan platform vaksin inactivated/menggunakan Covid-19 yang sudah diinaktivasi/dimatikan namun dapat merangsang pembentukan antibodi Covid-19 dalam tubuh. 

2.     AstraZeneca

Vaksin Astrazeneca berasal dari Inggris. Vaksin ini menggunakan platform adenovirus vectored/menggunakan virus lain yang lebih lemah dan tidak menyebabkan infeksi sebagai pembawa antigen Covid-19 dan merangsang pembentukan antibodi Covid-19 dalam tubuh. 

3.     Pfiz-Biontech dan Moderna

Kedua vaksin ini belum digunakan di Indonesia namun dalam waktu dekat akan didatangkan ke Indonesia. Vaksin ini menggunakan platform mRNA yang direkayasa menyerupai Covid-19.

4.     Novavax

Vaksin ini menggunakan platform protein virus.  Protein tersebut adalah bagian/potongan tertentu dari virus yang tidak menyebabkan infeksi sebagai pembawa antigen Covid-19 namun dapat merangsang pembentukan antibodi Covid-19 dalam tubuh. 

Ketahui Komponen Penyusun dari Vaksin

Vaksin mengandung komponen-komponen kecil dari organisme penyebab penyakit yang dilemahkan. Selain itu, vaksin mengandung berbagai macam komponen tambahan yang berfungsi untuk menjaga keamanan dan efektifitas vaksin. Setiap komponen tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Kenapa kita harus mengetahui komponen-komponen penyusun dalam Vaksin? Mengetahui komponen penyusun vaksin dapat membantu dalam mencari pilihan vaksin apabila seseorang mengalami alergi terhadap suatu komponen vaksin tertentu. Lalu, apa saja komponen-komponen  dalam vaksin?

1. Antigen

Antigen merupakan salah satu komponen utama penyusun vaksin. Antigen merupakan komponen aktif yang berasal dari sebagian atau keseluruhan struktur organisme penyebab penyakit yang dilemahkan dan dianggap sebagai “benda asing” oleh sistem kekebalan tubuh. Antigen dapat menghasilkan respons imun. 

2. Zat Penstabil

Zat penstabil (stabilizer) merupakan salah satu komponen utama penyusun vaksin yang digunakan untuk menjamin stabilitas vaksin saat disimpan. Stabilizer dapat mencegah terjadinya reaksi kimia antara komponen-komponen penyusun vaksin. Stabilitas vaksin sangat penting. Apabila terjadi instabilitas vaksin, antigenitas akan menghilang dan infeksitas vaksin hidup (LAV) akan menurun. Faktor yang mempengaruhi stabilitas vaksin antara lain, suhu dan pH. Contoh dari stabilizer adalah gula (laktosa, sukrosa), asam amino (glisina), dan protein (rekombinan albumin manusia dan ragi).

3. Azuvan

Azuvan ditambahkan sebagai komponen penyusun vaksin yang berfungsi untuk merangsang, meningkatkan, dan memperpanjang respons sistem kekebalan tubuh terhadap antigen vaksin. Azuvan dapat merangsang pembentukan antibodi terhadap antigen dalam vaksin secara lebih aktif. 

4. Antibiotik

Antibiotik digunakan dalam pembuatan vaksin dengan jumlah yang sedikit. Tujuan penambahan antibiotik adalah untuk mencegah terjadinya kontaminasi bakteri pada kultur sel virus yang sedang dikembangbiakkan.

5. Pengawet

Penambahan bahan pengawet dalam pembuatan vaksin bertujuan untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur setelah ampul dibuka. Contoh bahan pengawet yang digunakan dalam pembuatan vaksin adalah 2-phenoxyethanol, thiomersal, formaldehid, dan derivat fenol. 2-phenoxyethanol merupakan bahan pengawet yang paling sering digunakan dalam pembuatan vaksin karena hampir tidak memiliki kadar racun bagi manusia. 

6. Surfactants

Surfactants merupakan senyawa yang dapat menurunkan tegangan permukaan di antara dua zat. Fungsi surfactants dalam pembuatan vaksin adalah mencegah terjadinya pengendapan dan penggumpalan unsur-unsur cairan yang ada di dalam vaksin sehingga semua bahan yang ada di dalam vaksin tercampur dengan sempurna. 

7. Senyawa Pelarut

Senyawa pelarut berupa cairan yang digunakan untuk melarutkan vaksin sebelum digunakan. Senyawa pelarut yang biasanya digunakan adalah air steril atau NaCl. 

(WHO, 2021) 

Bagaimana mRNA Vaksin Bekerja? 

Vaksin mRNA merupakan bagian dari vaksin nucleic acid yang hanya mengandung bagian-bagian tertentu yaitu materi genetiknya saja. mRNA adalah urutan genetik sintetis. mRNA berisi instruksi yang dapat digunakan sel untuk membuat protein lonjakan Covid-19 tanpa menyebabkan penyakit. mRNA dikemas dalam nanopartikel lemak yang melindungi instruksi genetik yang rapuh saat diproduksi, diangkut dan dikelola. 

Saat vaksin disintesis melalui sel otot, messenger RNA (mRNA) dari vaksin yang ditangkap oleh sel imun akan merangsang sel tubuh untuk memproduksi Spike protein (protein yang menyusun bagian permukaan virus). Sel imunitas yang sudah mengenali komponen akan menghasilkan antibodi yang spesifik untuk melawan virus. 

DAFTAR PUSTAKA

Andrian, K. 2020. Mengenal Vaksin Covid-19 dari Pemerintah. URL: https://www.alodokter.com/mengenal-vaksin-covid-19-dari-pemerintah (Diakses 29-07-2021, Pukul 22:02 WIB).

Briggs, D. S. 2020. Corona Virus (COVID-19). Asia Pacific Journal of Health Management. 15(1):1-3.

CDC. (2021). Centers for Disease Control and Prevention. Retrieved from Science SARS-CoV-2 Variant Classifications and Definitions: https://www.cdc.gov/.

Dwianto, A. R. 2021. Ada 7 Jenis Vaksin COVID yang Digunakan di Indonesia, Sudah Tersertifikasi WHO? URL: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5541029/ada-7-jenis-vaksin-covid-yang-digunakan-di-indonesia-sudah-tersertifikasi-who (Diakses 30-07-2021, Pukul 09:02 WIB)

Febriani. 2021. Mengenal Vaksin Covid-19. URL: https://ciputrahospital.com/mengenal-vaksin-covid-19/. (Diakses 29-07-2021, Pukul 21:02 WIB)

Indonesia Baik. (2021). Indonesiabaik.id. Retrieved from Infografis Bagaimana                              Covid-19 Bisa Menginfeksi Tubuh?: http://indonesiabaik.id/.

Kemenkes RI. 2020. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19). Jakarta: Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Levani, Y. dkk. 2021. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19): Patogenesis, Manifestasi Klinis, dan Pilihan Terapi. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan. 17(1):44-57.

Nareza, M. 2021. Mengetahui Manfaat Vaksin Covid-19 dan Kelompok Penerima Prioritasnya. URL: https://www.alodokter.com/mengetahui-manfaat-vaksin-covid-19-dan-kelompok-penerima-prioritasnya (Diakses 30-07-2021, Pukul 08:32 WIB)

Parwanto, M. L. E. 2020. Virus Corona (2019-nCoV) penyebab COVID-19. Jurnal Biomedika dan Kesehatan. 3(1): 1-2.

Susilo, A. dkk. 2020. Coronavirus Disease 2019: Tinjauan Literatur Terkini. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia. 7(1):45-67.

WHO. 2020. WHO Director-General’s remarks at the media briefing on 2019-nCoV on 11 February 2020. URL: https://www.who.int/director-general/speeches/detail/who-director-generals (Diakses 30-07-2021, Pukul 09:42 WIB)WHO. 2021. Immunizing the Immunocompromised. https://vaccine-safety-training.org/immunizing-the-immunocompromised.html. (Diakses pada 30-07-2021, Pukul 10.00 WIB)