Skip to content

STUDI ETNOBOTANI KELAPA DI DESA CINTAKARYA, PANGANDARAN, JAWA BARAT

Adli Luthfir

Abstrak

Kelapa disebut sebagai pohon kehidupan (tree of life) karena hampir semua bagiannya dapat dimanfaatkan Penelitian ini dilakukan untuk mendokumentasikan pengetahuan warga desa Cintakarya, Pangandaran, Jawa Barat mengenai variasi , pemanfaatan, dan pembudidayaan kelapa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan informan menggunakan metode snowball sampling, sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara semiterstruktur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sepuluh variasi kelapa yang dibedakan berdasarkan ukuran pohon dan buahnya serta warna buah, yaitu kelapa genjah, kelapa hibrida, kelapa lokal, kelapa genjah entog, kelapa puyuh, kelapa cemani, kelapa merah, kelapa hijau, kelapa kuning, dan kelapa gading. Hampir semua bagian kelapa dimanfaatkan, diantaranya airnya diminum dan digunakan sebagai obat. Dagingnya dibuat serundeng, tepung kelapa, minyak kelapa, santan, dan galendo. Adapun bunganya dimanfatkan sebagai bahan gula kelapa. Kelapa dibudidayakan dengan menanam bibit kelapa (kitri) dalam lubang sedalam 80-100 cm yang telah diberi pupuk kandang dan dibiarkan selama sekitar 2 minggu. Pemberian pupuk terus dilanjutkan tiap 1-2 minggu hingga kelapa tumbuh.

Kata kunci:

Kelapa, Pemanfaatan, Variasi

Teks lengkap: