
Penulis : Aisyah Kayla Syadina (2023)
Kita hidup di dunia yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. mulai dari tumbuhan, hewan, bahkan amlibi pun tak tak luput dari ragam macam bentuk dan spesiesnya. Tahukah kamu, ada spesies katak yang tidak harus melalui fase perkecebongan dalam pertumbuhannya?
Breviceps macrops Boulenger, atau yang akrab disebut katak hujan, gurun, merupakan spesies katak yar tidak memiliki lase kecobong dalam pertumbuhannya. Lain halnya dengan macam kodok dan katak lain yang daur hidupnya dimulai dari telur dan dilanjutkan dengan lase kecebong. katak hujan gurun langsung meniadi Anak katak alih-alih melalui perkecebongan terlebih dahulu.
Breviceps macrops ditemukan pada tahun 1977 di Afrika Selatan, Port Nolloth oleh sejumlah peneliti yang sedang melakukan studi di sana. Meskipun morfologi tempat mereka. ditemukan merupakan tempat yang tidak ramah diinggali oleh para amlibi. katak hujan gurun bisa beradaptasi dengan baik. Salah satu bentuk adaptasi yang akihat habitat mereka adalah kaki yang menjaring menyerupai bebek.
Persebaran populasi katak ind menyebar dari Namibia sampal dengan Afrika Selatan. Katak ini termasuk spesies yang terancam punah sebab 10% dari habitatnya sudah diubah menjadi pusar penambangan berlian. Selain itu. morfologi katak ini mirip dengan saudara satu genusnya, katak namaqua (Brevicepa namaquamata), yang ditemukan pada pasir merah pedalaman dekat habitat Bruviceps macrops
Katak hulan gurun memiliki moncong yang kecil, mata yang besar, dan badan yang bundar, menyebabkan katak ini terlihat menggemaskan bagi sebagian besar orang. Selain ini, katak ini juga termasuk amfibi nokturnal karena pola kegiatan mereka ditemukan berkaitan dengan suhu lingkungan yang jatuh kepada 15 derajat celcius katika malam sudah menjelang.
Meskipun katak yang satu ini memiliki bentuk tubuh yang lucu nan menggemaskan, katak ini juga merupakan spesies terancam yang patut kita laga supaya keunikan dan keberadaannya stap teriaga, bukan hanya menjadi suatu cerita belaka layaknya berbagai spesies spesies yang sudah punah lainnya.
Sumber :
Adam. (2016). Desert Rain Frog (Breviceps macrops). [Online]. https://gonefroggin.com (diakses 2 Maret 2024).
AmphibiaWeb. (2024). Breviceps macrops. [Online]. https://amphibiaweb.org (diakses 2 Maret 2024).
Carruthers, V.C. & Passmore, N.I. (1978). A Note On Breviceps Macrops Boulenger. The Journal of The Herpetological Association of Africa, 18(1): 13-15.
Channing, A. & Wahlberg, K. (2011). Distribution and conservation status of the desert rain frog Breviceps macrops. African Journal of Herpetology, 60(2): 101-112.