Lompat ke konten

Konservasi Kupu-Kupu di Bandung

Penulis : Nurullia Fitriani, S.Si., MT.

“Spread your wings and prepare to fly

For you have become a butterfly…

So speard your wings and fly

Butterfly”

Lirik tersebut merupakan penggalan lagu butterfly yang dibawakan oleh salah satu penyanyi amerika Mariah Carey. Lirik lagu tersebut terinspirasi oleh kupu-kupu yang terbang bebas dan dianggap sebagai simbol kekuatan untuk mencari pengalaman, kebebasan dan cinta. Dalam berbagai budaya kuno, seperti di budaya bangsa Yunani, Jepang, Sinegal dan Madagaskar, kupu-kupu melambangkan keindahan dan banyak digambarkan dalam karya seni. Dalam dunia nyata, kupu-kupu merupakan serangga yang memiliki sayap bersisik dengan corak dan bentuk yang beragam.

Keindahan sayapnya serta keanggunan gerakannya saat terbang, menyebabkan kupu-kupu banyak dikagumi oleh masyarakat. Kupu-kupu dikenal masyarakat sebagai serangga penyerbuk tetapi pada tahapan ulat, masyarakat menganggapnya sebagai hama pertanian dan tanaman hias sehingga tidak disukai. Tampilan ulat yang menjijikan serta kadang memiliki bulu membuatnya dikenal sebagai serangga yang menakutkan.

Di area Bandung Raya (Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat), berdasarkan hasil penelitian pada tahun 2022 ditemukan 106 spesies kupu kupu, dan hanya 70 spesies kupu-kupu yang ditemukan di Kota Bandung. Kupu-kupu yang paling banyak ditemukan diantaranya adalah Papilio memnon, Hypolimnas bolina, Doleschallia bisaltide, Eurema blanda, dan Appias olferna.

Daerah Tahura Ir. H. Djuanda Bandung merupakan wilayah yang memiliki keanekaragaman kupu- kupu tertinggi dibandingkan daerah lainnya di Bandung Raya. Pada tahun 2013 sampai 2019, spesies Euploea camaralzeman masih dapat ditemui di Bandung, tetapi dari hasil sampling pada tahun 2021 sampai 2022, spesies ini sudah tidak dapat ditemui kembali. Tentu saja, penurunan jumlah dan populasi kupu-kupu di area bandung raya ini sangat menyedihkan karena keberadaan kupu-kupu di suatu wilayah dapat dianggap sebagai indicator adanya perubahan kualitas lingkungan. Beberapa penelitian menunjukan bahwa kupu-kupu merupakan bioindikator kesehatan lingkungan seperti menunjukan keberadaan serta kesehatan vegetasi dan kualitas udara.

Pada daerah yang memiliki area hijau yang sempit, keanekaragaman tumbuhan yang rendah, kondisi pencemar yang tinggi serta suhu lingkungan yang terlalu panas, dapat menyebabkan populasi kupu-kupu menurun.

Lalu bagaimana tindakan kita agar kupu-kupu di Bandung tetap lestari?.. Tentu saja dalam setiap usaha konservasi satwa termasuk kupu-kupu diperlukan kerjasama berbagai pihak seperti pemerintah, swasta, instansi pendidikan dan masyarakat. Membangun kerjasama ini tidaklah mudah karena membutuhkan koordinasi dan program-program konservasi yang terpadu. Tetapi terdapat usaha terkecil yang dapat dilakukan kita sebagai warga bandung untuk tetap menjaga keanekaragaman kupu-kupu diantaranya adalah menanam tumbuhan inang dan juga sumber nektar bagi kupu-kupu di halaman rumah, sekolah, kampus atau ruang terbuka lainnya. Kupu-kupu merupakan serangga yang memilih tumbuhan inang tempat dia akan menyimpan telur dan ulatnya. Sebagai contoh kupu-kupu Papilio memnon hanya akan memilih pohon jeruk sebagai tumbuhan inangnya. Setelah dewasa, kupu-kupu akan menghisap nektar dari berbagai jenis tumbuhan. Seperti nektar dari bunga Soka, Kaliandra, Taiwan beauty dan lain-lain. Cara yang lain yang dapat dilakukan adalah ikut serta dalam memonitoring keberadaan kupu-kupu melalui kegiatan peneliti warga (citizen science). Sekarang ini, banyak komunitas pecinta kupu-kupu yang secara aktif mencatat keberadaan kupu-kupu di sekitarnya agar distribusi atau populasi kupu-kupu dapat dipantau. Para peneliti warga atau partisipan umum ini dapat melaporkan hasil monitoringnya kepada peneliti atau melalui berbagai aplikasi identifikasi dan monitoring kupu-kupu seperti kupunesia yang telah dikembangkan oleh Adriutomo, Kun Ubaidan and Adit. Kupunesia ini dikembangkan untuk membantu peneliti warga kupu-kupu dalam mengumpulkan dan mengelola catatan lapangannya tentang kupu-kupu.

“Jadi hayu kita lestarikan kupu-kupu di sekitar kita! Pelihara ulatnya. Kagumi kupu-kupunya!