
Penulis: Raturania Shahla Qitarah
Saat mendengar inside jokes dari sahabat kalian, atau kalian pernah terbayang ngga sih, kenapa ya kita bisa tertawa?
Tawa adalah emosi sosial yang paling sering terjadi dalam interaksi, di mana tawa berhubungan dengan ikatan, kasih sayang, dan pengaturan emosi. Tertawa merupakan serangkaian nada pendek mirip vokal, yang masing-masing sekitar 75 milidetik yang diulang pada interval sekitar 210 milidetik. Biasanya, suara tawa memiliki struktur seperti “ha-ha-ha” atau “ho-ho-ho” Manusia mulai dapat tertawa semenjak usia 3 bulan (Provine, 1996).
Terdapat dua jenis tawa yang berbeda, yang dibedakan berdasarkan bagaimana tawa itu dipicu: tawa bisa dipicu oleh peristiwa eksternal (tawa reaktif, tidak disengaja) atau terkait dengan tindakan komunikasi yang lebih disengaja—yakni tawa yang lebih terkontrol dan disengaja (Scott et al., 2014).
Tawa didasari oleh sistem saraf yang kompleks. Secara neurologis, tawa melibatkan saraf sadar (voluntary) dan tak sadar (involuntary), memungkinkan manusia tertawa alami dan fleksibel sebagai respons emosional atau sengaja untuk mempererat hubungan sosial. Studi pencitraan menunjukkan bahwa jenis tawa yang berbeda mengaktifkan area otak yang berbeda. Tawa yang “tulus” terkait dengan area pemrosesan emosional, sementara tawa “sukarela” melibatkan area yang terkait dengan pengambilan keputusan dan kognisi sosial (Scott et al., 2014).
Selain peran sosialnya, tawa juga meningkatkan kelangsungan hidup manusia dengan memberikan manfaat fisik, seperti meningkatkan asupan oksigen, melepaskan endorfin, dan mengurangi stres. Penelitian ini menunjukkan bahwa tawa lebih dari sekadar reaksi sederhana—ia adalah perilaku adaptif yang penting bagi struktur sosial dan kesejahteraan manusia (Scott et al., 2014).
DAFTAR PUSTAKA
Provine, R. 1996. Laughter. The American Behavioral Scientist, 84: 38-47.
Scott, S. K., Lavan, N., Chen, S., & McGettigan, C. 2014. The social life of laughter. Trends in cognitive sciences, 18(12): 618–620. https://doi.org/10.1016/j.tics.2014.09.002
