Lompat ke konten

Si Pintar, Lumba-lumba Hidung Botol

Penulis: Raturania Shahla Qitarah

Cetacea terkenal dengan kemampuan kognitifnya yang luar biasa, termasuk kemampuan mengenali diri sendiri, meniru suara, dan membuat keputusan. Tursiops truncatus atau lumba-lumba hidung botol, salah satu hewan dalam ordo Cetaceae merupakan hewan yang memiliki kecerdasan (EQ) tertinggi setelah manusia, dengan skala 4.14 – 4.56, dengan kapasitas otak sebesar 1600 g dan sekitar 3700 cm2 permukaan kortikal, yang secara absolut memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan otak manusia (1300 g dan 2400 cm2) (Gerussi et al., 2023; Connor, 2007; Herman, 2006).

Selain ukurannya, otak lumba-lumba hidung botol juga memiliki komponen otak yang kompleks. Neokorteks mereka dikaitkan dengan kecerdasan manusia seperti pemecahan masalah. Sistem limbik mereka, yang dikaitkan dengan pemrosesan emosi pada mamalia, bahkan lebih kompleks dari manusia (Grimm, 2017).

Ketika kita menjalani hidup, kita membentuk berbagai jenis hubungan dan bersosialisasi dengan banyak orang berbeda. Begitupun dengan mereka. Mereka memiliki sistem sosial yang kompleks serta memiliki pola komunikasi yang unik seperti suara dan gerakan tubuh. Hal ini sangat penting untuk menjaga ikatan sosial dan keharmonisan antar individu dan kelompok. Sifat mereka yang kooperatif dalam memecahkan masalah menunjukkan kemampuan mereka untuk bekerjasama dan beradaptasi dengan lingkungan (Connor, 2007). Contohnya, mereka dapat melindungi satu sama lain ketika ada predator, atau bekerjasama dalam mencari makan.

Lumba-lumba mungkin bukan manusia, tetapi kompleksitas otak mereka memberi mereka kemampuan untuk merasakan, membentuk hubungan, berkomunikasi, dan mengembangkan rencana dan strategi.

DAFTAR PUSTAKA

Connor R. C. (2007). Dolphin social intelligence: complex alliance relationships in bottlenose dolphins and a consideration of selective environments for extreme brain size evolution in mammals. Philosophical transactions of the Royal Society of London. Series B, Biological sciences, 362(1480), 587–602. https://doi.org/10.1098/rstb.2006.1997

Gerussi, T., Graïc, J. M., Peruffo, A., Behroozi, M., Schlaffke, L., Huggenberger, S., Güntürkün, O., & Cozzi, B. (2023). The prefrontal cortex of the bottlenose dolphin (Tursiops truncatus Montagu, 1821): a tractography study and comparison with the human. Brain structure & function, 228(8), 1963–1976. https://doi.org/10.1007/s00429-023-02699-8

Grimm, D. (2017). Is a Dolphin a Person? [Online]: www.sciencemag.org/news/2010/02/dolphin-person. (diakses pada 4 November 2024 pukul 16.42).

Herman, L. M. (2006). Intelligence and rational behaviour in the bottlenosed dolphin. In S. Hurley & M. Nudds (Eds.), Rational animals? (pp. 439–467). Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/acprof:oso/9780198528272.003.0020