Lompat ke konten

Keanekaragaman Kupu-kupu di Taman Buru Masigit Kareumbi

Penulis: Tim OWA XIII Entomologi

Halo semuanya! Pada tanggal 23-29 JulI 2024 kemarin, Himpunan Mahasiswa Biologi (Himbio) Unpad telah melaksanakan kegiatan yaitu Observasi Wahana Alam (OWA) yang ke 13 di Taman Buru Masigit Kareumbi. Bersama tim OWA Entomologi, kami akan menceritakan penelitian mengenai keanekaragaman jenis kupu-kupu yang ada di Taman Buru Masigit Kareumbi. Kira-kira ada kupu-kupu apa aja ya di sana? Apakah banyak? Yuk, mari disimak!

Sebelum itu, sebaiknya kita cari tahu dulu apa yang dimaksud dari kupu-kupu. Kupu-kupu adalah serangga dari ordo Lepidoptera, yang dikenal karena memiliki sayap yang indah dan berwarna-warni. Kupu-kupu memiliki tubuh yang terbagi menjadi kepala, toraks, dan abdomen. Kepala dilengkapi dengan mata majemuk untuk penglihatan luas, antena untuk penciuman, dan proboscis (belalai) untuk menghisap nektar. Toraks terdiri dari sepasang sayap depan dan belakang yang berwarna-warni, serta tiga pasang kaki untuk berpijak. Abdomen memanjang dan berfungsi untuk organ pencernaan, reproduksi, dan pernapasan. Struktur tubuh ini mendukung peran kupu-kupu sebagai serangga penyerbuk dalam ekosistem.

Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi (TBMK) sendiri merupakan kawasan hutan konservasi yang sudah ditetapkan sejak tahun 1950. Saat ini TBMK dikelola oleh BKSDA yang bekerjasama dengan Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri. Menurut data di Kantor Seksi Wilayah III Sumedang, luas TBMK seluruhnya mencapai 12.420,70 ha, terletak di 3 wilayah kabupaten masing-masing 7.452,70 ha di Kabupaten Sumedang,

Selama kurang lebih 1 minggu kami melakukan penelitian di TMBK, kami menemukan cukup banyak kupu-kupu. Terdapat sekitar 209 individu kupu-kupu yang terdiri dari 33 spesies yang berbeda beda. Spesies yang paling banyak ditemukan disana yaitu Yipthima nigricans yang memiliki karakteristik berupa warna sayapnya dominan coklat kusam, dilengkapi dengan pola khas berupa “mata palsu” (ocelli) yang mencolok pada bagian sayap belakang, berfungsi untuk mengelabui predator. Tubuhnya ramping dengan antena berbentuk gada.

Kemudian spesies terbanyak kedua yaitu Euploea midamus atau kupu-kupu gagak atau harimau yang memiliki rentang sayap sekitar 50-60 mm. Sayapnya berwarna cokelat atau hitam dengan pola garis-garis putih yang mencolok, menyerupai harimau, dan sayap belakang yang lebih terang dengan bercak putih. Kupu-kupu ini terbang dengan anggun di sekitar hutan terbuka, semak-semak, dan padang rumput di kawasan tropis dan subtropis Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, dan India.

Kemudian spesies terbanyak katiga yaitu Tanaecia iapis yang memiliki ciri khas pola sayap gelap untuk kamuflase. Sayap depannya berwarna cokelat atau cokelat kekuningan dengan garis-garis halus, sementara sayap belakang lebih gelap dengan beberapa mata palsu berwarna oranye atau putih. Kupu-kupu ini berukuran sedang, dengan rentang sayap sekitar 50 mm, dan tubuhnya ramping dengan antena berbentuk gada.

Selain 3 spesies yang telah disebutkan diatas tadi, masih banyak lagi spesies kupu-kupu yang ditemukan terbang bebas di TMBK, seperti Ypthima blanda, Faunis canens, Eurema hecabe, Mycalesis sudra, Junonia atlites, Papilio demoleus, Mycalesis horsfieldi, Eurema blanda, dan masih ada spesies lainnya yang memiliki ciri khasnya masing-masing. Wow, cukup banyak bukan?

Selama melakukan penelitian terutama pada saat pengumpulan sampel data tim OWA kami cukup kesulitan karena memiliki beberapa hambatan, seperti daerah TMBK yang sangat luas sehingga kami kesulitan untuk menentukan track untuk dijelajahi, selain itu kami juga kesulitan pada saat melakukan jelajah karena jarak yang cukup jauh dan sumber daya manusia yang tidak memadai. Walau begitu, penelitian yang dilakukan sangat seru dan menyenangkan karena kami dapat menjelajahi berbagai daerah di TMBK baik itu taman wisatanya, sungai, danau, kawasan konservasi, sampai ke hutan belantara yang ada di sana. Pemandangan dan pengalaman yang didapatkan sangat sepadan dengan kerja keras kita disana.

Daerah TMBK terdapat banyak sekali ekosistem, salah satunya adalah ekosistem hutan dataran tinggi, sehingga disana dapat ditemui tumbuhan yang bermacam-macam, mulai dari yang perdu hingga ke pohon yang sangat tinggi. Ekosistem ini membuat daerah TMBK menjadi tempat yang cocok bagi berbagai jenis kupu-kupu untuk hidup, sehingga ditemukan banyak sekali macam jenis kupu-kupu disana.

Kupu-kupu memiliki banyak manfaat penting bagi ekosistem. Sebagai pollinator, mereka membantu penyerbukan tanaman berbunga dengan memindahkan serbuk sari saat menghisap nektar, yang mendukung reproduksi tanaman dan keberagaman tumbuhan yang diperlukan untuk banyak spesies lainnya. Kupu-kupu juga berperan sebagai indikator kesehatan lingkungan, karena mereka sangat sensitif terhadap perubahan, seperti polusi atau hilangnya habitat, sehingga penurunan populasi mereka dapat menunjukkan masalah ekologis. Selain itu, larva kupu-kupu dapat membantu mengendalikan populasi tanaman tertentu, sementara kupu-kupu dewasa menjadi sumber makanan bagi predator seperti burung, laba-laba, dan mamalia kecil. Dengan demikian, kupu-kupu berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung keberagaman hayati. Artinya Taman Buru Masigit Kareumbi memiliki lingkungan yang tergolong baik dan terjaga.

So, sekian dari kami pengalaman yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat, Terimakasih dan sampai jumpa di info himbio menarik lainnya^^