Penulis: Tim OWA XIII Ornitologi
Keanekaragaman burung di Indonesia sangatlah melimpah. Namun, ancaman terhadap habitat maupun perburuan liar terus meningkat dan menjadikannya banyak jenis burung yang terancam atau bahkan sudah punah. Dalam rangka mendukung pelestarian keanekaragaman dan konservasi burung, mahasiswa Biologi Universitas Padjadjaran, melalui program kerja Himpunan Mahasiswa Biologi (Himbio) Unpad yaitu Observasi Wahana Alam, melakukan penelitian tentang keanekaragaman burung di Taman Buru Masigit Kareumbi.
Kegiatan Observasi Wahana Alam (OWA) ini dilakukan pada tanggal 23-29 Juli 2024 yang dilaksanakan di Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK) Cicalengka, Jawa Barat. Wilayah ini semula merupakan area yang digunakan untuk berburu dan kini telah beralih menjadi kawasan konservasi yang dilindungi oleh pemerintah. Dengan luas yang lebih dari 12.000 hektar, TBMK menjadi rumah bagi berbagai spesies burung, termasuk beberapa jenis spesies endemik Jawa.
Penelitian dilakukan dengan melakukan survey dan penentuan jalur pengamatan terlebih dahulu. Fokus jalur pengamatan yang dilakukan adalah pada blok savana, blok rawa gemblok, dan jalur utama menuju Cimuluk. Pengamatan dilakukan selama 3 hari dengan 30 titik pengamatan tanpa pengulangan. Pengamatan dilakukan sehari 2 kali pada pagi dan sore hari. Peneliti mencatat jenis atau spesies burung yang ditemukan, jumlah individu, dan perilakunya dengan worksheet pengamatan. Identifikasi spesies dilakukan berdasarkan ciri morfologi, suara, habitat, dan perilaku khas dari burung tersebut. Data yang diperoleh dianalisis untuk menghitung indeks kelimpahan jenis, keanekaragaman jenis, kemerataan, dan kekayaan jenis. Dari kegiatan penelitian ini telah ditemukan lebih dari 50 spesies burung di TBMK, termasuk beberapa jenis yang berstatus dilindungi atau endemik Jawa, seperti Elang, Burung Madu, dan jenis lainnya.
Data yang diperoleh dari penelitian ini dapat dijadikan arsip dan dapat digunakan untuk memahami distribusi burung di kawasan TBMK. Selain itu, data yang didapatkan juga dapat dijadikan dasar bagi pengelola TBMK dan pemerintah dalam merancang strategi konservasi, dan dapat digunakan acuan untuk penelitian lebih lanjut. Dari kegiatan penelitian ini, diharapkan mahasiswa Biologi Unpad dapat memperdalam pengetahuan dan meningkatkan minat mereka tentang keanekaragaman hayati khususnya burung, dan dapat memberikan kontribusi nyata dalam aksi konservasi lingkungan. Melalui kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal untuk penelitian serupa di masa yang akan datang, baik di Jawa Barat maupun di wilayah Indonesia lainnya.
Tim peneliti | Kadalan Birah (Phaenicophaeus curvirostris) |
Munguk Beledu (Sitta frontalis) | Luntur Harimau (Harpactes oreskios) |
