
Penulis: Lovely Tiara (2024)
Disunting oleh: Farra Aurelia R. (2023)
Mungkin terdengar aneh jika memikirkan ikan tidur, karena kita jarang melihat ikan memejamkan mata seperti manusia. Namun, berdasarkan kajian ilmiah, ikan memerlukan waktu istirahat dan tidur sama seperti makhluk hidup lain. Ikan adalah hewan yang aktif bergerak sehingga mengalami kelelahan dan membutuhkan fase istirahat untuk memulihkan energi. Pada dasarnya, tidur pada ikan merupakan periode istirahat di mana kesadaran dan responnya terhadap rangsangan menurun, meskipun tidak sepenuhnya hilang karena mereka tetap perlu waspada terhadap bahaya lingkungan maupun predator (Zainuri, 2019).
Cara ikan tidur sangat bervariasi antar spesies. Dalam sumber disebutkan bahwa ada ikan yang tidur sambil masuk ke tempat persembunyian, ada yang tetap bergerak perlahan, ada yang benar-benar diam, bahkan ada yang posisinya terlihat seperti mati atau sakit. Sejumlah jenis ikan menunjukkan kebiasaan tidur yang unik, misalnya ikan beronang yang tidur miring di bebatuan, ikan karper tidur di antara karang, dan ikan kakaktua menghasilkan lendir seperti kepompong transparan saat tidur. Bahkan hiu tidur sambil tetap berenang (Zainuri, 2019).
Tanda-tanda ikan tidur dapat diamati dari perubahan tingkah laku seperti aktivitas yang menurun, metabolisme yang melambat, respon terhadap rangsangan melemah, hingga ekor yang tampak lunglai (Zainuri, 2019). Secara ilmiah, tidur pada ikan sering dikaitkan dengan ritme harian atau sirkadian serta perubahan lingkungan. Pada beberapa spesies telah dibuktikan adanya fase istirahat yang teratur, serta keadaan tidur ditandai dengan postur khusus dan peningkatan ambang rangsangan terhadap stimulus (Norman et al., 2024).
Sebagai contoh, penelitian menunjukkan bahwa ikan seperti zebrafish, loach, hingga beberapa spesies hiu memiliki pola tidur yang dipengaruhi cahaya dan kondisi habitat. Bahkan pada ikan kaverna (cave fish), bentuk tidur bisa berubah karena evolusi dan lingkungan gelap yang membuat ritme sirkadian berbeda dibandingkan ikan permukaan (Norman et al., 2024). Terdapat beberapa penjelasan ilmiah mengapa ikan membutuhkan tidur: Fungsi restorasi tubuh, yaitu memulihkan energi dan metabolisme (Zainuri, 2019). Fungsi adaptif, terutama untuk menghemat energi dan menghindari predator (Zainuri, 2019). Tidur juga berperan penting untuk menjaga fungsi biologis seperti memori, metabolisme, dan kesiapan fisiologis. Kekurangan tidur pada ikan dapat mempengaruhi perilaku dan kesehatan tubuhnya (Norman et al., 2024).
Jawabannya jelas: ya, ikan tidur. Namun, prosesnya berbeda dari manusia. Ikan tidak memejamkan mata, tetapi memasuki fase istirahat dengan aktivitas dan metabolisme menurun. Cara dan pola tidur masing-masing spesies sangat beragam, ada yang bersembunyi di karang, ada yang tetap bergerak pelan, dan ada yang benar-benar diam. Tidur bagi ikan terbukti penting untuk bertahan hidup, menghemat energi, dan menghadapi perubahan lingkungan. Dengan variasi ini, ikan menyesuaikan diri dengan habitat mereka, dari sungai yang tenang hingga lautan dalam. Hal ini menunjukkan betapa kompleksnya dunia bawah air, di mana istirahat bukan sekadar tidur, melainkan strategi evolusi untuk kelangsungan hidup.
Referensi
Norman, H., Munson, A., Cortese, D., Koeck, B., & Killen, S. S. (2024). The interplay
between sleep and ecophysiology, behaviour and responses to environmental change in fish. Journal of Experimental Biology. https://doi.org/10.1242/jeb.247138.
Zainuri. (2019). Rekayasa dan Tingkah Laku Ikan. Bangkalan: UTM Press.
