
Penulis: Jasmin Fahma Aulia
Siapa yang tidak tahu badak? Hewan bercula ini memiliki sekitar 5 jenis yang tersebar di seluruh dunia. 2 diantaranya hanya ada di Indonesia, yaitu Badak Jawa dan Badak Sumatera. Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) merupakan jenis badak dengan tubuh yang relatif kecil dengan dua cula pendek di atas hidungnya dan bulu lebat kecoklatan. Badak Sumatera tersebar di pulau Sumatera dan Kalimantan yang umumnya ditemukan di daerah berbukit-bukit yang dekat dengan air, rentang habitat Badak Sumatera yang luas membuat mereka juga dapat ditemukan di hutan hujan tropis, pinggiran hutan dan hutan sekunder. Badak Sumatera berperan penting dalam ekosistem terutama dalam regenerasi tumbuhan baru dengan memakan pucuk dedaunan muda dan penyebaran biji-bijian, Badak Sumatera juga dapat membuka jalan rintisan dari vegetasi tebal untuk satwa liar yang lainnya (Nugroho dkk., 2018; YABI, 2022).
Badak Sumatera kini berada diambang kepunahan dengan jumlah individu yang tersisa kurang dari 80 individu! Alih fungsi habitat, hilangnya habitat, fragmentasi hutan, dan perburuan liar merupakan kunci utama penyebab kepunahan dari Badak Sumatera. Ada pula faktor masalah reproduksi dengan jumlah populasi yang terbatas menjadi masalah yang cukup serius (Zein dkk., 2019). Badak Sumatera merupakan spesies endemik Indonesia yang menjadi salah satu prioritas konservasi satwa di Sumatera dan Kalimantan. Pusat konservasi Badak Sumatera ada diantaranya adalah Taman Nasional Way Kambas, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, dan Taman Nasional Gunung Leuser (YABI, 2018).
Selain membangun suaka perlindungan, upaya lain yang dilakukan untuk konservasi Badak Sumatera adalah menjalankan program skema pengalihan utang untuk lingkungan (debt for nature swap) oleh Pemerintah Amerika kepada Indonesia yang ditujukan untuk melestarikan kawasan hutan tropis di 13 bentang alam Sumatera yang disebut Tropical Forest Conversation Action atau disingkat sebagai TFCA-Sumatera. Bersama berbagai lembaga konservasi dan dana TFCA, pemerintah Indonesia melaksanakan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) demi menyelamatkan berbagai spesies terancam punah yang ada di kawasan Sumatera dan Kalimantan (Nugroho dkk., 2018).
Upaya konservasi Badak Sumatera di Indonesia merupakan kesempatan terakhir untuk menyelamatkan populasi Badak Sumatera di dunia. Pemerintah dan warga Indonesia haruslah bekerja sama untuk menjaga kelestarian spesies badak Sumatera dan hewan dilindungi lainnya agar terhindar dari ancaman kepunahan. Masyarakat perlu mengetahui betapa pentingnya keanekaragaman hayati di alam, mencegah tindakan tindakan yang dapat merusak alam dan mendukung upaya upaya Pemerintah dalam perlindungan ekosistem.