
Penulis: Hasna Nur Arfa Ramadhani (2025)
Disunting oleh: Meiva Mayyasah Huda (2025)
Mikroorganisme merupakan komponen penting dalam ekosistem perairan karena berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan kualitas air. Berbagai jenis mikroorganisme, seperti bakteri, archaea, dan mikroalga, tidak hanya mendominasi biomassa mikroskopis di perairan, tetapi juga berperan dalam berbagai proses biologis yang mendukung keberlangsungan ekosistem. Melalui aktivitas metabolismenya, mikroorganisme membantu menguraikan bahan organik menjadi senyawa yang dapat dimanfaatkan kembali oleh organisme lain. Proses ini memungkinkan terjadinya aliran energi dan daur materi yang menjaga produktivitas ekosistem perairan (Pandey, 2023).
Salah satu peran utama mikroorganisme adalah mengatur siklus nutrien, terutama karbon, nitrogen, dan fosfor. Berbagai proses biokimia, seperti fiksasi nitrogen, nitrifikasi, denitrifikasi, dan remineralisasi, dilakukan oleh komunitas mikroba sehingga unsur-unsur tersebut tetap tersedia bagi organisme perairan. Keberadaan proses ini sangat penting karena mendukung pertumbuhan organisme autotrof maupun heterotrof serta membantu mencegah penumpukan nutrien yang dapat memicu eutrofikasi dan menurunkan kualitas perairan (Pandey, 2023; Frontiers in Microbiology, 2024).
Selain berperan dalam siklus nutrien, mikroorganisme juga berkontribusi dalam mekanisme microbial loop, yaitu proses yang mengembalikan materi organik terlarut ke dalam jaring makanan. Bakteri heterotrof memanfaatkan bahan organik terlarut sebagai sumber energi, kemudian mengubahnya menjadi biomassa yang selanjutnya dikonsumsi oleh protista dan organisme lain pada tingkat trofik yang lebih tinggi. Melalui mekanisme ini, energi yang sebelumnya berpotensi hilang sebagai limbah dapat dimanfaatkan kembali sehingga efisiensi aliran energi dalam ekosistem perairan tetap terjaga.
Komunitas mikroorganisme di perairan sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, seperti suhu, pH, kadar oksigen terlarut, serta keberadaan bahan pencemar. Perubahan pada faktor-faktor tersebut dapat mengubah komposisi dan aktivitas mikroba sehingga mengganggu proses biologis yang berlangsung di dalam perairan. Akibatnya, keseimbangan ekosistem dapat terganggu dan kualitas lingkungan perairan mengalami penurunan (Laoli et al., 2025). Oleh karena itu, pemahaman mengenai ekologi mikroorganisme perairan menjadi sangat penting sebagai dasar dalam upaya konservasi, pengelolaan sumber daya air, serta menjaga keberlanjutan ekosistem perairan di masa mendatang.
Referensi
Pandey, M. (2023). Impact of aquatic microbes in nutrient cycling and energy flow in ecosystems. Journal of Marine Biology and Oceanography, 12(3), 1–9.Frontiers in Microbiology. (2024). Functional diversity of aquatic microorganisms and their roles in water quality. Frontiers Media.
Laoli, D., Telaumbanua, B. V., & Zebua, R. D. (2025). Analysis of factors determining the survival of microorganisms in aquatic environments. FPIK UNMUH-PNK Journal, 13(2), 197–205.
Wikipedia. (2026, February). Microbial food web. In Wikipedia.
