Penulis: Aisha Shafanyda

Tak banyak orang tahu bahwa tumbuhan liar ini memiliki banyak khasiat yang luar biasa. Rhinacanthus nasutus atau sering dikenal dengan daun manukan merupakan jenis tumbuhan semak liar yang termasuk ke dalam famili Acanthaceae. Daun ini merupakan tanaman obat yang terkenal di India, Cina, dan Asia Tenggara termasuk Thailand. Seluruh bagian pada tanaman ini banyak digunakan dalam praktik pengobatan tradisional untuk menyembuhkan berbagai kondisi penyakit.
Secara tradisional biji, akar, dan daun tanaman Rhinacanthus nasutus telah digunakan untuk melawan penyakit kudis. Bagian akar direbus dengan susu Rhinacanthus nasutus telah digunakan untuk melawan penyakit kudis. Bagian akar direbus dengan susu dan digunakan sebagai afrodisiak. Rebusan akar juga bisa digunakan sebagai penangkal gigitan ular berbisa. Selain bagian akar, bagian batang dan daun tanaman juga dapat digunakan untuk mengobati tuberkulosis paru-paru dan tekanan darah tinggi. Bagian daun pada tanaman Rhinacanthus nasutus merupakan bagian yang memiliki banyak khasiat. Bagian daun tanaman ini biasa dijadikan obat dan disediakan dalam bentuk rebusan dan teh herbal yang diberikan secara internal kepada masyarakat untuk pengobatan hepatitis, diabetes, hipertensi, sedangkan untuk aplikasi di luar tubuh berupa pasta digunakan oleh masyarakat yang menderita psoriasis, eksim, kurap, serta peradangan. Daun pada tanaman ini juga bisa digunakan untuk biang keringat dan kudis.
Beberapa laporan mengungkapkan cerita masyarakat dalam praktik pengobatan tradisional menggunakan daun dari Rhinacanthus nasutus. Ekstrak daun telah dilaporkan memiliki aktivitas antimikroba terhadap S. mutans, S. epidermidis, P. acnes, dan S. aureus. Penggunaan daun Rhinacanthus nasutus dalam pengobatan penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur juga telah dilaporkan, ekstrak daun memiliki aktivitas fungisida yang bekerja pada dinding sel yang menyebabkan degenerasi dan kematian. Ekstrak daun tanaman ini juga menunjukkan aktivitas larvasida yang signifikan terhadap Culex quinquefasciatus, Anopheles stephensi, dan Aedes aegypti serta mencegah munculnya larva menjadi dewasa.
Sumber:
Antonysamy, J. (2017). In Vitro Phytochemical and Antibacterial Studies on Rhinacanthus Nasutus (L.)
Kurz – A Medicinally Important Plant. Journal of Microbiology & Experimentation, 4(2), 2–5.
Brimson, J. M., Prasanth, M. I., Malar, D. S., Brimson, S., & Tencomnao, T. (2020). Rhinacanthus nasutus
“Tea” Infusions and the Medicinal Benefits of the Constituent Phytochemicals. Nutrients, 12(12), 3776