Penulis : Bella Salsabila

Daun singkong mengandung protein sebesar 20-30% dari bahan keringnya dan kaya akan vitamin A yang baik untuk kesehatan mata. Selain itu, daun singkong juga memiliki manfaat dalam menjaga kesehatan tulang karena kandungan zat besinya. Namun, menurut beberapa peneliti daun singkong mengandung senyawa berbahaya. Pada daun singkong terdapat senyawa sianida yang terkandung dalam getah putihnya, yang secara alami berikatan dengan glikosida. Kandungan asam sianida pada daun singkong dapat dikurangi melalui penguapan, perendaman dalam air, perebusan, atau fermentasi.
Hartini (2008) menyatakan bahwa singkong mengandung senyawa glikosida sianogen yang terdiri dari linamarin dan lotaustralin, yang terakumulasi pada daun, batang, dan kulit umbi. Dengan adanya enzim linamarase, senyawa ini dapat terhidrolisis menjadi hidrogen sianida. Perbandingan linamarin dan lotaustralin pada daun dan umbi singkong adalah 93:7. Menurut penelitian Diallo et al. (2014), produk olahan singkong biasanya memiliki kandungan HCN kurang dari 10 mg tergantung varietasnya.
Senyawa asam sianida berbahaya bagi manusia dan hewan, dan konsumsi dalam dosis rendah dalam jangka panjang dapat menyebabkan penyakit seperti gondok, kekerdilan, dan masalah neurologis.
Sianida merupakan gas yang tidak berwarna, dingin, dan tidak berbau. Dalam tubuh, sianida dalam konsentrasi kecil dapat diubah menjadi tiosianat dan berikatan dengan vitamin B12. Namun, jika kadarnya tinggi, sianida dapat menghambat enzim sitokrom oksidase dan mengganggu metabolisme sel, yang bisa berakibat fatal dalam waktu singkat.
Sumber :
De Bruijn, G. H. (1973). A study of cyanogenic character of cassava. In: B. Nestel and R. MacIntyre Ed. Chronic cassava toxicity, proceedings of an interdisciplinary workshop. 29-30 January London, IDRC, Ottawa IDRCOIOe, 43-48.
Diallo, dkk. (2014). A New method for the determination of cyanide ions and their quantification in some senegalese cassava varieties. American journal of Analitycal Chemistry, (5), 181-187.
Hartini. (2008). Inaktivasi enzimatis pada produksi linamarin dari daun singkong sebagai senyawa plastik. Momentum, 4(2), 1-6.