
Penulis: Taghsyadila Vidra Putri (2025)
Disunting oleh: Meiva Mayyasah Huda (2025)
Pada zaman sekarang, penggunaan media sosial seperti Instagram, Tiktok, dan Youtube menjadi bagian dalam kehidupan kita sehari-hari, terutama di kalangan remaja. Video-video yang dibagikan pada media sosial tersebut biasanya memiliki durasi yang singkat untuk menawarkan hiburan yang cepat, menarik, dan mudah diakses oleh banyak orang. Hal tersebut mengakibatkan orang-orang semakin menghabiskan waktunya berjam-jam untuk menyusuri laman media sosialnya. Dari fenomena yang terjadi muncullah istilah brain rot yang menggambarkan persepsi adanya penurunan kemampuan intelektual atau berpikir kritis akibat konsumsi berlebihan terhadap konten digital yang bersifat dangkal, tidak menantang, dan berkualitas rendah. Istilah brain rot ini kemudian semakin popular pada tahun 2024 hingga dipilih sebagai Oxford word of The Year 2024 sebelum akhirnya dimasukkan ke dalam Oxford English Dictionary pada tahun 2025.
Brain rot bukanlah suatu istilah yang dapat diakui sebagai diagnosis medis, tetapi berdasarkan Yan et al. (2024), penggunaan video pendek secara berlebihan memang dapat berkaitan dengan penurunan fungsi dan kontrol kognitif. Konsumsi konten dengan durasi pendek dapat mengakibatkan penurunan konsentrasi saat akan melakukan aktivitas dengan waktu yang lama memicu risiko kecanduan. Hal ini disebabkan karena ketika seseorang menonton video yang menarik atau menghibur, otak akan melepaskan neurotransmitter dopamin yang menciptakan rasa senang dan keinginan untuk mengulangi perilaku tersebut. Pelepasan dopamin tersebut terjadi berulang kali sehingga otak terbiasa menerima rasa senang secara instan (Liao, 2024).
Penelitian dengan menggunakan Electroencephalography (EEG) pun menunjukkan hasil yang sama yaitu kebiasaan berpindah dari satu video ke video lain dengan cepat dapat memengaruhi kemampuan otak dalam mempertahankan fokus untuk mengerjakan suatu tugas atau aktivitas dalam jangka waktu yang lebih lama (Yan et al., 2024). Dampak lainnya adalah peningkatan beban kognitif sehingga seseorang dapat lebih mudah mudah untuk mengalami kelelahan mental. Peningkatan beban kognitif ini terjadi karena otak harus memroses gambar, suara, teks, dan informasi lainnya dalam video dalam waktu singkat dan dilakukan secara berulang-ulang (Yousef et al., 2025).
Otak memiliki kemampuan untuk mengatur perhatian, merencanakan tindakan, mengendalikan impuls, dan mengambil keputusan. Kemampuan tersebut disebut dengan fungsi eksekutif otak. Kebiasaan berpindah fokus pada saat scrolling konten di media sosial pun dapat menganggu fungsi eksekutif otak tersebut. Korteks prefrontal pada otak akan bekerja lebih berat dan fungsi eksekutif pun menurun (Yousef et al., 2025). Sebagian besar dampak yang dihasilkan berhubungan dengan konsentrasi, tetapi dampak dari konsumsi konten berdurasi pendek ini juga dapat menganggu kualitas tidur. Kebiasaan menonton video di media sosial pada malam hari dapat menganggu ritme sirkandian akibat blue light pada layer elektronik (Gardani et al., 2022).
Fenomena brain rot tidak dapat disepelekan dan hanya dianggap sebagai istilah populer saja. Fenomena ini dapat menjadi pengingat bagi kita bahwa perkembangan teknologi digital di zaman sekarang tidak hanya memberikan manfaat tetapi juga memberikan potensi dampak bagi Kesehatan tubuh kit ajika kita tidak bijak dalam menggunakannya. Kebiasaan dalam menonton konten berdurasi pendek selama berjam-jam perlu dibatasi sehingga otak pun dapat kembali bekerja dengan baik. Penggunaan media sosial harus dilakukan dengan penuh kebijaksanaan dan seimbang agar kita bisa lebih mendapatkan banyak manfaat dibandingkan dampak negatif dari teknologi tersebut.
Referensi
Gardani, M., Bradford, D. R. R., Russell, K., Allan, S., Beattie, L., Ellis, J., & Akram, U. (2022). A Systematic Review and Meta-Analysis of Poor Sleep, Insomnia Symptoms and Stress in Undergraduate Students. Sleep Medicine Reviews, 61(101565), 101565. https://doi.org/10.1016/j.smrv.2021.101565
Liao, M. (2024). Analysis of The Causes, Psychological Mechanisms, and Coping Strategies of Short Video Addiction in China. Frontiers in Psychology, 15. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2024.1391204
Yan, T., Su, C., Xue, W., Hu, Y., & Zhou, H. (2024). Mobile Phone Short Video Use Negatively Impacts Attention Functions: An EEG Study. Frontiers in Human Neuroscience, 18(18), 1383913. https://doi.org/10.3389/fnhum.2024.1383913
Yousef, A. M. F., Alshamy, A., Tlili, A., & Metwally, A. H. S. (2025). Demystifying The New Dilemma of Brain Rot in The Digital Era: A Review. Brain Sciences, 15(3). https://doi.org/10.3390/brainsci15030283