Dita Rahmawati yang akrab dipanggil Dita merupakan mahasiswa Biologi angkatan 2021. Teh Dita merupakan Ketua dari tim PKM-KC Bioluminar yang lolos dan siap untuk berkompetisi di Pekan Ilmiah Mahasiswa (PIMNAS) 37. Di tengah kesibukan semester tujuh, Teh Dita berbagi pengalamannya dalam mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang membawanya menuju PIMNAS. Teh Dita mengungkapkan bahwa motivasi utamanya untuk ikut PKM adalah karena kegiatan ini berbasis akademik dan riset, yang sejalan dengan tugas akhir. Selain itu, adanya peluang untuk mendapatkan rekognisi SKS juga menjadi nilai tambah yang signifikan.
Pengalaman pertama Teh Dita dalam PKM terjadi pada saat Teh Dita menginjak semester empat, dimana ia ikut skema riset. Meskipun tidak berhasil maju ke tahap pendanaan, keberhasilan mendapatkan dana dari universitas memotivasi dirinya untuk berpartisipasi lagi. Di tahun ini, ia meraih kesempatan berharga untuk mengikuti PIMNAS di Surabaya dengan produk yang timnya kembangkan. Menurutnya, PKM tidak hanya tentang substansi akademik, tetapi juga tentang menciptakan sesuatu yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Dimulai dengan pemilihan topik, yaitu penggunaanmikroalga untuk penangkapan karbon. Teh Dita melakukan studi literatur dan membentuk tim. Setelah itu, mereka menyusun proposal dengan bantuan modul yang diberikan dosen. Proses ini tidak mudah karena tim menghadapi banyak revisi dan tantangan selama dua bulan. Setelah melalui berbagai proses, akhirnya proposal mereka diunggah pada bulan Maret, dan berhasil lolos ke tahap pendanaan.
Tak berhenti sampai disitu, setelah lolos tahap pendanaan, mereka kembali dihadapkan dengan tantangan selanjutnya, yaitu pengembangan prototipe. Ia menyadari bahwa proses teknis jauh lebih rumit daripada yang
diperkirakan. Mencari orang yang memiliki keahlian tepat menjadi kunci sukses mereka dalam menyelesaikan prototipe sesuai dengan waktu yang ditentukan.
Dalam mempersiapkan presentasi untuk PIMNAS, ia dan timnya tidak mengharapkan lolos karena merasa kurang maksimal dalam penyampaian. Namun, mereka menyadari bahwa kebermanfaatan alat yang mereka ciptakan menjadi faktor penentu. Oleh karena itu, mereka merancang strategi presentasi yang efektif dengan latihan intensif dan diskusi dengan dosen pembimbing.
Keberhasilan di PIMNAS ternyata bukan hanya soal kompetisi, melainkan juga proses belajar yang kaya akan pengalaman kerja sama tim dan manajemen waktu. Dia menekankan pentingnya memiliki anggota tim yang berkomitmen hingga akhir proyek.
Teh Dita sangat merekomendasikan mahasiswa lain untuk ikut PKM. Menurutnya, pengalaman ini lebih dari sekadar kompetisi, melainkan proses yang memperkaya keterampilan akademik dan profesional. PKM adalah platform untuk mengembangkan ideide inovatif yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Melalui PKM, mahasiswa dapat belajar banyak hal yang akan berguna di berbagai bidang, termasuk soft skill dan hard skill.

“PKM adalah kesempatan berharga yang tidak boleh dilewatkan oleh mahasiswa. Dengan dukungan tim yang solid dan persiapan yang matang, setiap mahasiswa dapat meraih keberhasilan dan memberikan kontribusi nyata bagi keberlanjutan masyarakat.”
