Lompat ke konten

Figur Mahasiswa: Ulyaa Rachmawati

Penulis : Viola Anindita Dewi

“PKM mungkin dianggap sebagai kompetisi mahasiswa yang sangat kompleks dan sulit, tetapi seorang mahasiswa biologi membuktikan bahwa kompetisi tersebut dapat ditaklukkan.”

Ulyaa Rachmawati merupakan mahasiswa Biologi angkatan 2019 yang menjadi ketua kelompok PKMRE “Hyture.id” dan berhasil mendapatkan medali perunggu pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2023. PKM, yang merupakan singkatan dari Program Kreativitas Mahasiswa, adalah suatu kegiatan yang diselenggarakan oleh Ditjen Diktiristek di bawah pengelolaan Belmawa sebagai wadah mahasiswa untuk mengkaji dan menerapkan ilmu yang telah dipelajari menjadi suatu gagasan inovatif. Kegiatan PKM ini memiliki berbagai tahapan yang panjang, mulai dari pengusulan, pengecekan dan penetapan proposal yang didanai, pelaksanaan dan pelaporan, hingga monitoring dan evaluasi.

Sebelumnya, Teh Ulyaa telah berturut-turut mengikuti kegiatan PKM tahun 2021 dan 2022, tetapi percobaan tersebut belum membuahkan hasil yang memuaskan dan Teh Ulyaa masih menemukan banyak kekurangan. Menyambut tahun 2023, Teh Ulyaa dihadapkan oleh dua pilihan: menyelesaikan tugas akhirnya atau kembali terjun pada kegiatan PKM. Setelah berdiskusi dengan berbagai pihak, Teh Ulyaa memutuskan untuk menunda dan menggunakan topik tugas akhirnya sebagai ide PKM dengan persiapan yang jauh lebih matang.

“Sewaktu PKM 2021, aku menang t r ial doang. Pas tahun 2022 nyoba lagi dan ternyata masih banyak (aspek) yang kurang. Di tahun 2023, aku cobain lagi dengan persiapan yang lebih matang. Ini kesempatan terakhi r yang bisa membayar semua kegagalan yang pernah aku lalui.”

Teh Ulyaa bercerita bahwa perjalanan PKM-nya ini memiliki banyak suka dan duka. Sebagai ketua kelompok, Teh Ulyaa harus selektif mencari anggota dengan jurusan yang sesuai dan visi yang sama demi menghindari ketimpangan. Selama tahap pelaksanaan dengan kelompok, Teh Ulyaa dihadapi dengan berbagai permasalahan internal maupun eksternal seperti adanya prioritas dan kesibukan lain. Kegiatan PKM juga menguji kemampuan problem-solving karena riset yang dilakukan tidak selalu langsung berhasil. Namun, perjalanan tersebut dibayar manis dengan keberhasilan Teh Ulyaa dan kelompoknya dalam meraih medali perunggu PKM-RE di kegiatan PIMNAS 2023.

“Lawan rasa takut, jangan mau ketinggalan. Jangan keras kepala, terima kritik dan saran.”

Melatih mindset adalah suatu hal yang penting, terutama dalam dunia perkuliahan. Teh Ulyaa menyampaikan bahwa awalnya ia merasa takut untuk menghadapi rangkaian kegiatan PKM. Banyak orang lain yang lebih mahir dan hal itu membuatnya merasa tidak percaya diri atau insecure. Akan tetapi, rasa tidak percaya diri itu tidak lain hanyalah sebuah hambatan yang justru akan membuatnya ketinggalan. Menurutnya, jika kita memiliki kemauan, banyak berlatih, tidak keras kepala, serta bersedia menerima kritik dan saran dari orang lain, maka rintangan yang sulit pun tentu bisa dihadapi.

Di akhir wawancara bersama Departemen Media dan Informasi, Teh Ulyaa memberikan pesan kepada seluruh mahasiswa Biologi Unpad “Jangan takut untuk memulai. Jika dar i awal sudah takut , kamu nggak akan tahu sebesar apa kemampuan ki ta di si tu. Kalau kamu gagal di kesempatan per tama, mungkin kesempatan selanjutnya menjadi gili ran kalian. Jalanin aja. Kamu past i berhasil kalau kamu nggak mudah menyerah.”