
Penulis: Deborah Miroslava (2024)
Disunting Oleh: Arivia Mutiara Syahira (2023)
Di kedalaman laut yang sunyi dan penuh misteri, terdapat organisme unik yang seakan terbuat
dari kaca. Euplectella aspergillum, yang lebih dikenal sebagai Venus’ flower basket, merupakan
spons laut dari famili Hexactinellida. Spesies ini memikat perhatian para peneliti karena
kerangka silikanya yang transparan, rapuh, namun memiliki kekuatan mekanis yang luar biasa.
Di balik bentuknya yang anggun, spons ini menyimpan kisah biologi, ekologi, dan budaya yang
menakjubkan.
E. aspergillum tumbuh di dasar laut dalam, umumnya pada kedalaman 100–1.000
meter, menempel pada substrat keras. Tubuhnya berbentuk tabung memanjang dengan dinding
yang tersusun atas jejaring spikula silika. Spikula ini memiliki struktur hierarkis multiskala,
mulai dari lapisan nanosilika hingga jaringan makroskopis yang saling mengunci. Setiap spikula
terdiri atas lapisan konsentris silika yang dipisahkan oleh interlayer organik, sehingga
meningkatkan kekuatan lentur, ketahanan retak, dan kapasitas menahan beban (Santivongskul et al., 2025).
Salah satu aspek menarik dari Euplectella adalah hubungan simbiosisnya dengan sepasang udang
kecil dari genus Stenopus. Pada fase juvenil, dua ekor udang masuk ke dalam rongga spons dan
tumbuh bersama di dalamnya. Seiring waktu, bukaan spons menutup sehingga pasangan tersebut
hidup bersisian sepanjang hidupnya. Udang memperoleh perlindungan sekaligus berperan
menjaga kebersihan rongga spons. Hubungan ini menjadikan Euplectella simbol kesetiaan dalam
beberapa tradisi budaya Asia Timur.
Sebagai organisme filter feeder, E. aspergillum menyaring air laut melalui pori-pori
mikroskopis untuk memperoleh nutrien. Namun, yang membuatnya istimewa adalah mekanisme
penguatan alami pada kerangka silikanya. Sistem interlocking spicule bundles dan overlapping
lattice memungkinkan spons ini bertahan terhadap tekanan lingkungan laut dalam yang ekstrem.
Studi nanoindentasi dan uji lentur menunjukkan bahwa struktur berlapis dengan interlayer
organik berfungsi sebagai “crack-stopper,” mencegah kegagalan struktural yang fatal
(Santivongskul et al., 2025).
Keindahan visual, fungsi ekologis, serta kisah simbiosis yang dimilikinya menjadikan
E. aspergillum lebih dari sekadar spons laut. Ia dapat dipandang sebagai “permata
tersembunyi” kehidupan bawah samudra. Dalam tubuhnya yang rapuh seperti kaca, tersimpan
keteguhan yang telah bertahan jutaan tahun, memberikan pelajaran bahwa keanggunan dan
kekuatan dapat berjalan beriringan.
E. aspergillum merupakan contoh organisme laut dalam yang tidak hanya penting
secara biologis dan ekologis, tetapi juga memiliki nilai simbolis dalam budaya manusia. Studi
mengenai spons ini membuka wawasan baru tentang adaptasi organisme laut dalam, potensi
inspirasi desain material, serta hubungan erat antara alam dan budaya.
Referensi
Santivongskul, P., Fox, K., & Tran, P. (2025). Microstructural hierarchy of Euplectella
aspergillum: Mechanical insights and biomimetic applications. Bioinspiration & Biomimetics,
20(5), 051001. https://doi.org/10.1088/1748-3190/adfb18
