
Penulis: Fathya Amyra Awaro (2025)
Disunting oleh: Meiva Mayyasah Huda (2025)
Axolotl adalah amfibi unik yang berasal dari Meksiko dan dikenal luas karena kemampuannya untuk meregenerasi bagian tubuh tertentu. Spesies ini termasuk dalam kelompok salamander air dan saat ini dianggap terancam punah akibat perusakan habitat dan pencemaran lingkungan. Axolotl juga memainkan peran dalam bidang biologi dan kedokteran, yaitu sebagai organisme model untuk penelitian, terutama dalam studi tentang regenerasi jaringan dan perkembangan embrio.
Axolotl adalah amfibi neotenik, yang berarti ia mempertahankan ciri-ciri larva hingga dewasa tanpa melalui metamorfosis sepenuhnya, sehinggan axolotl tidak pernah dianggap menjadi salamander dewasa. Hewan ini hidup sepenuhnya di air dan memiliki ciri khas berupa insang luar berbentuk rumbai di kepalanya. Axolotl memiliki paru-paru dan insang sebagai organ pernapasannya.
Axolotl biasanya memiliki panjang antara 25 sampai 30 cm dan umumnya hidup di habitat air tawar seperti danau. Axolotl berperan sebagai predator dan memakan cacing, larva serangga, krustasea, dan ikan kecil.
Keunikan Axolotl adalah kemampuannya untuk meregenerasi seluruh anggota tubuhnya. Proses regenerasi ini melibatkan koordinasi kompleks berbagai sel dan jaringan, termasuk sistem imun dan pembentukan struktur khusus yang disebut blastema.
Menurut James W. Godwin et al. dalam penelitiannya, sel imun akan sangat berperan penting dalam proses regenerasi ini. Jika makrofag dihilangkan, proses regenerasi anggota tubuh pada axolotl akan gagal dan hanya menghasilkan jaringan parut. Hal ini menunjukkan bahwa makrofag memainkan peran penting dalam mengendalikan penyembuhan luka tanpa bekas luka. Selain itu, keunikan dari Axolotl juga terdapat pada Variasi warna mereka yang unik. Mereka bisa memiliki warna seperti putih pink, albino, hitam, dan emas.
Axolotl merupakan amfibi yang unik karena memiliki karakteristik neotenik dan dapat meregenerasi seluruh anggota tubuhnya. Keunikan biologis ini membuat axolotl menjadi organisme model yang dibutuhkan dalam penelitian ilmiah, khususnya di bidang regenerasi jaringan dan perkembangan embrio. Axolotl disebut terancam untuk punah akibat kerusakan habitat dan pencemaran lingkungan, sehingga diperlukan konservasi untuk menjaga stabilitas keberadaanya.
Referensi
Afnan, N. I., Faqih, A. R., & Dailami, M. 2025. The effect of temperature manipulation on the growth of axolotl (Ambystoma mexicanum). Jurnal Perikanan Unram, 15(2), 849–858.
Godwin, J. W., Pinto, R. I. A., & Rosenthal, N. A. (2013). Macrophages are required for adult salamander limb regeneration. Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America, 110(23), 9415 – 9420.
Nowoshilow, S., et al. (2018). The axolotl genome and the evolution of key tissue formation regulators. Nature, 554(7690), 50–55.
Roy, S, Gatien, S. (2008). “Regeneration in axolotls: a model to aim for!”. Experimental Gerontology. 43 (11): 968–73.
