Lompat ke konten

Melanin: Si Penjaga Kulit dari Sinar Matahari

Penulis: Nisrina Hasna Fathinah (2023)
Disunting oleh: Arivia Mutiara Syahira & Farrel Arraufi (Biologi 2023)

Kulit manusia memiliki pigmen alami bernama melanin. Pigmen ini tidak hanya memberi warna pada kulit, rambut, dan mata, tetapi juga berperan melindungi jaringan dari radiasi ultraviolet (UV). Melanin diproduksi oleh sel melanosit melalui proses melanogenesis, yang dimulai dari asam amino tirosin dengan bantuan enzim tirosinase (Mustika dkk., 2020). Terdapat dua jenis melanin: eumelanin, berwarna cokelat-hitam dengan perlindungan lebih kuat terhadap sinar UV, dan pheomelanin, berwarna merah-kekuningan dengan perlindungan lebih lemah (Videira dkk., 2013). Walaupun jumlah melanosit hampir sama pada setiap individu, ukuran dan distribusi melanosom berbeda sehingga mempengaruhi warna kulit.

Paparan sinar matahari memicu respons biologis pada kulit. Radiasi UV merangsang sel keratinosit melepaskan hormon α-MSH yang berikatan dengan reseptor MC1-R pada melanosit. Sinyal ini mengaktifkan melanogenesis untuk meningkatkan produksi melanin. Melanosom yang mengandung melanin kemudian dipindahkan ke epidermis terluar, membentuk pelindung di atas inti sel guna mengurangi kerusakan DNA (Videira dkk., 2013). Mekanisme ini juga melibatkan protein p53 yang mengatur produksi melanin setelah paparan UVB.

Keseimbangan melanin sangat penting. Kekurangan melanin meningkatkan risiko kulit terbakar dan kanker, sedangkan kelebihan dapat memicu hiperpigmentasi (Mustika dkk., 2020). Berbagai produk perawatan kulit membantu mengatur produksi tabir surya yang mencegah pemicu UV, sedangkan bahan pencerah seperti arbutin dan asam kojat menghambat tyrosinase. Penelitian juga menunjukkan flavonoid dari tumbuhan dapat menurunkan produksi melanin berlebih (Mustika dkk., 2020). Dengan demikian, melanin berfungsi sebagai pelindung alami yang bekerja aktif meminimalkan kerusakan kulit akibat radiasi matahari.

Referensi
Mustika, R., Hindun, S., & Auliasari, N. (2020). Potensi Tanaman Sebagai Pencerah Wajah Alami. Jurnal Sains dan Kesehatan, 2(4), 558–562.

Videira, I. F. S., Moura, D. F. L., & Magina, S. (2013). Mechanisms regulating melanogenesis. Anais Brasileiros de Dermatologia, 88(1), 76–83.