Lompat ke konten

MELEPAS PENAT DENGAN BIRDWATCHING DI KAWASAN KONSERVASI TAMAN BURU MASIGIT KAREUMBI, BAGAIMANA KEANEKARAGAMANYA?

Sebagai bentuk pengembangan program ekowisata yang ada di Kawasan Konservasi Taman Buru Masigit Kareumbi birdwatching merupakan salah satu hobi yang sangat cocok dilakukan pada lokasi tersebut selain banyaknya jenis burung yang terdapat, rute dan juga lokasi yang masih asri akan memberikan pengalaman yang menyenangkan selama kegiatan birdwatching berlangsung. Identifikasi burung melalui pendengaran juga diuji disini karena seringkali peneliti mendengar bermacam macam suara burung namun keberadaanya sedikit sulit untuk diketahui sehingga membutuhkan keahlian identifikasi yang teliti, dengan begitu juga menambah tantangan baru untuk para birdwatcher.

Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan teknik observasi lapangan. Adapun pengambilan data burung menggunakan metode point count (titik hitung). Selain itu digunakan juga metode wawancara dengan sasaran yaitu ketua RW sekitar guna mengetahui bagaimana aktivitas birdwatching yang sudah dilakukan sebelumnya. Terdapat 61 jenis burung yang berhasil diidentifikasi yaitu Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus), Elang hitam (Ictinaetus malaiensis), Sikep-madu asia (Pernis ptilorhynchus), Cerecet Jawa (Psaltria exilis), Cekakak Belukar (Halcyon smyrnensis), Cekakak Jawa (Halcyon cyanoventris), Cekakak Sungai (Todiramphus chloris), Wergan Jawa (Alcippe pyrrhoptera), Kekep Babi (artamus leucorynchus), Sepah Hutan (pericrocotus flammeus), Sepah Kecil (pericrocotus cinnamomeus), Cinenen Gunung (Phyllergates cucullatus), Cinenen Jawa (Orthotomus sepium), Parenjak Jawa (Prinia familiaris), Tekukur Biasa (Spilopelia chinensis), Uncal Buau (Macropygia emiliana), Gagak Kampung (Corvus macrorhynchos), Kadalan Birah (Phaenicophaeus curvirostris), Kadalan Kembang (Phaenicophaeus javanicus), Wiwik Kelabu (Cacomantis merulinus), Wiwik Uncuing (Cacomantis sepulcralis), Cabai Gunung (Dicaeum sanguinolentum), Srigunting Hitam (Dicrurus macrocercus), Srigunting Kelabu (Dicrurus leucophaeus), Bondol Jawa (Lonchura leucogastroides), Sempur-Hujan Rimba (Eurylaimus javanicus), Takur Tulung-Tumpuk (Psilopogon javensis), Cingcoang Coklat (Brachypteryx leucophris), Sikatan Belang (Ficedula westermanni), Sikatan Dada-Merah (Ficedula dumetoria), Sikatan Kicau-Ninon (Eumyias indigo), Burung Madu Pengantin (Leptocoma brasiliana), Pijantung Besar (Arachnothera robusta), Pijantung Kecil (Arachnothera longirostra), Gelatik Batu-Kelabu (Parus major), Pelanduk Bukit (Pellorneum pyrrogenys), Pelanduk Semak (Malacocincla sepiaria), Ayam Hutan Hijau (Gallus varius), Ayam Hutan Merah (Gallus gallus), Puyuh Batu (Synoicus chinensis), Cikrak daun (Phylloscopus trivirgatus), Caladi Besi (Picoides moluccensis), Caladi tilik (Dinopium Javanense), Caladi Ulam (Dendrocopos analis), Paok Pancawarna (Hydrornis schwaneri), Berencet Kerdil (Pnoepyga pusilla), Serindit Jawa (Loriculus pusillus), Cucak Emas (Pycnonotus dispar), Cucak Gunung (Pycnonotus bimaculatus), Cucak Kutilang (Pycnonotus aurigaster), Merbah cerucuk (Pycnonotus goiavier), Ceret Gunung (Horornis vulcanius), Tesia Jawa (Tesia superciliaris), Munguk Beledu (Sitta frontalis), Kerak Kerbau (Acridotheres javanicus), Tepus Pipi-Perak (Cyanoderma melanothorax), Luntur Harimau (Harpactes oreskios), Jingjing Batu (Hemipus hirundinaceus), Ciu Jawa (Pteruthius flaviscapis), Ciu Kunyit (Pteruthius aenobarbus), Kacamata Biasa (Zosterops melanurus).

Berdasarkan hasil pengamatan keanekaragaman jenis burung di Blok Pemanfaatan Kawasan Konservasi Taman Buru Masigit Kareumbi menunjukan bahwa terdapat 61 jenis burung yang terdiri dari 35 famili. Total keseluruhan sebanyak 337 individu yang teridentifikasi dari 40 titik pengamatan. Kawasan Konservasi TBMK memiliki nilai keanekaragaman jenis (Shannon-Wiener) burung 1 ≤ H’ ≤ 3 kategori tinggi (3,804), Jenis burung dengan kelimpahan tertinggi Tepus Pipi-perak (Cyanoderma melanothorax), nilai kelimpahan sebesar 6,528%, nilai tingkat kemerataan jenis kategori sedang sampai dengan tinggi (0,925).

Status perlindungan berdasarkan IUCN sebanyak 53 jenis burung termasuk dalam kategori Least Concern (LC) atau berisiko rendah, 5 jenis burung termasuk dalam kategori Near Threatened (NT) atau hampir terancam dan 3 jenis burung termasuk dalam kategori Vulnerable (V) atau rentan. Berdasarkan peraturan nasional, 8 jenis burung dilindungi oleh Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia No. P 106 tahun 2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi dan Undang-undang No. 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Berdasarkan CITES, 3 jenis burung diketahui memiliki status Appendix II. Berdasarkan endemisitas juga diketahui terdapat 22 jenis burung merupakan endemik Jawa. Dengan banyaknya jenis burung yang didapat serta tantangan baru yang dirasakan dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi birdwatcher di kawasan TBMK.