Lompat ke konten

Mengenal Macropinna microstoma: Ikan dengan Kepala Transparan dari Laut Dalam

Penulis: Salwa Anggraeni (Biologi 2024)
Disunting oleh: Viola Anindita Dewi (Biologi 2023)

Macropinna microstoma, atau biasa disebut ikan barreleye, merupakan salah satu penghuni laut dalam yang paling aneh sekaligus memikat perhatian ilmuwan. Spesies ini pertama kali dijelaskan pada tahun 1939, tetapi pengamatan langsung terhadap perilakunya di habitat alami baru berhasil dilakukan pada 2004 berkat penggunaan ROV (Remotely Operated Vehicle) oleh tim peneliti Monterey Bay Aquarium Research Institute (MBARI). Ciri paling mencolok, yakni kepala transparannya, menjadikan ikan ini pusat ketertarikan banyak peneliti biologi laut (Robison & Reisenbichler, 2008).

Bagian kepala ikan ini berbentuk kubah bening berisi cairan, sehingga organ dalam seperti otak dan terutama mata terlihat jelas. Mata tubularnya memiliki lensa berwarna hijau terang yang peka terhadap cahaya. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mata ini tidak hanya mengarah ke atas untuk mendeteksi siluet mangsa, melainkan juga bisa berputar ke depan ketika hendak menyergap (Johnsen & Haddock, 2022; Robison & Reisenbichler, 2008). Kemampuan rotasi ini memberi keuntungan besar karena jarang ditemukan pada ikan laut dalam lain dengan mata sejenis.

Ikan barreleye hidup pada kedalaman 600–800 meter, tepatnya di zona twilight yang hanya mendapat sedikit cahaya matahari. Pada kedalaman ini, cahaya bioluminesen menjadi penanda utama untuk aktivitas berburu. Lensa mata berwarna hijau diduga berfungsi menyaring cahaya sehingga ikan ini mampu membedakan mangsa bioluminesen dari cahaya latar alami laut dalam (Johnsen & Haddock, 2022). Kubah bening di kepalanya juga melindungi mata yang sensitif dari sengatan tentakel siphonophore, koloni hewan mirip ubur-ubur yang sering menjadi tempat berburu (Poulsen et al., 2016). Hasil kajian filogenetik memperlihatkan bahwa Macropinna microstoma termasuk dalam famili Opisthoproctidae, kelompok ikan laut dalam dengan adaptasi visual yang sangat khas. Beberapa kerabatnya bahkan memiliki organ bercahaya yang digunakan untuk komunikasi di habitat gelap, menegaskan betapa beragamnya strategi visual yang berkembang pada kelompok ini (Poulsen et al., 2016).

Ukuran tubuh Macropinna microstoma relatif kecil, hanya sekitar 15 sentimeter. Tubuhnya berwarna gelap dengan sisik tebal, sementara mulutnya berukuran kecil sehingga sesuai dengan mangsa berupa plankton atau potongan hewan laut. Kombinasi ciri morfologis, seperti kepala transparan dan mata tubular yang berputar, mencerminkan bentuk adaptasi ekstrem untuk bertahan hidup di lingkungan laut dalam dengan tekanan tinggi dan cahaya yang hampir tidak ada (Wagner et al., 2022).

Keberadaan ikan ini menjadi bukti bahwa laut dalam masih menyimpan keanekaragaman hayati yang menakjubkan sekaligus penuh misteri. Transparansi kepalanya bukan hanya keunikan visual, melainkan juga solusi biologis untuk menghadapi tantangan hidup di perairan gelap. Penelitian mengenai Macropinna microstoma membuka wawasan baru tentang adaptasi organisme laut dalam, sekaligus mengingatkan kita bahwa masih banyak makhluk unik yang menunggu untuk ditemukan.

Referensi
Johnsen, S., and Haddock, S.H.D. (2022). Macropinna. Current Biology, 32(6), 256-257.

Poulsen, J.Y., Sado, T., Hahn, C., Byrkjedal, I., Moku, M., and Miya, M. (2016). Preservation Obscures Pelagic Deep-Sea Fish Diversity: Doubling the Number of Sole-Bearing Opisthoproctids and Resurrection of the Genus Monacoa (Opisthoproctidae, Argentiniformes). PLOS ONE, 11(8), 1-23.

Robison, B.H., and Reisenbichler, K.R. (2008). Macropinna microstoma and The Paradox of Its Tubular Eyes. Copeia, 2008(4), 780-784.

Wagner, H.J., Genner, M.J., Partridge, J.C., Chung, W.S., Marshall, N.J., Robison, B.H., and Douglas, R.H. (2022). Diversity and Evolution of Optically Complex Eyes in A Family of Deep-Sea Fish: Ocular Diverticula in Barreleye Spookfish (Opisthoproctidae). Frontiers in Ecology and Evolution, 10,1044565.