
Penulis: Kadek Marsyani (Biologi 2023)
Disunting oleh: Viola Anindita Dewi (Biologi 2023)
Stem cell atau sel punca merupakan jenis sel yang memiliki sifat unik yaitu kemampuan untuk memperbaiki diri (self-renewal) dan berdiferensiasi menjadi lebih dari satu garis keturunan sel. Dalam beberapa dekade terakhir, stem cell telah dipelajari secara masif untuk perbaikan dan pengobatan regeneratif (Poliwoda dkk., 2022). Sayangnya, sel punca tidak mudah untuk ditemukan dan hanya terdapat pada beberapa lokasi tertentu. Sumber sel punca kerap diambil dari sumsum tulang belakang dan tali pusat (umbilical cord) pada janin. Dalam praktiknya, terdapat beberapa kendala dalam proses pengambilan sel punca, seperti kerumitan prosedur pengambilan, biaya yang mahal, peraturan yang ketat karena beresiko tinggi, dan terdapat kemungkinan kegagalan dalam proses pengambilan.
Melihat potensi stem cell dalam memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, diperlukan sumber stem cell yang dapat diambil secara aman dan noninvasif. Salah satu sumber stem cell yang menjanjikan adalah Menstrual Blood-Derived Stem Cells (MenSCs). Menstrual Blood-Derived Stem Cells merupakan sel punca yang berasal dari darah menstruasi dan merupakan sumber baru sel stroma mesenkimal (MSC). Sel stroma mesenkimal (MSC) adalah subkelompok sel progenitor yang heterogen dengan kapasitas regenerasi dan potensi berdiferensiasi menjadi berbagai sel khusus meliputi osteoblas, kondrosit, dan adiposit (Bianco, 2014).
Semenjak ditemukan pada tahun 2007, Menstrual Blood-Derived Stem Cells kian menarik perhatian karena menyediakan sumber alternatif untuk penelitian dan aplikasinya dalam pengobatan regeneratif. Pada saat itu, ilmuwan berpikir bahwa kemungkinan terdapat stem cell pada darah menstruasi karena endometrium (lapisan rahim) memiliki kemampuan regenerasi yang tinggi. MenSCs memiliki potensi klinis karena proliferasinya yang tinggi, fleksibilitas, dan akuisisi periodiknya secara noninvasif, serta hampir tidak memiliki permasalahan etika (Khoury, 2014). Selain itu MenSCs dapat menyediakan sumber yang berkelanjutan karena menstruasi terjadi dalam siklus, pengumpulannya lebih mudah dan murah, tanpa resiko tinggi, dan kendala imunogenitas.
Dalam berbagai penelitian MenSCs telah diuji pada hewan coba tikus dan terbukti dapat menyembuhkan jaringan yang rusak. Lebih lanjut pada penelitian Xu dkk. (2021), MenSCs diujikan pada penderita COVID-19. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan radang paru-paru penderita yang disebabkan karena MenSCs membantu perbaikan jaringan akibat virus.
Namun demikian, masih terdapat tantangan dalam standarisasi proses isolasi serta stigma sosial yang harus diatasi. Menstruasi masih dianggap tabu; darah menstruasi sering dianggap kotor dan memalukan. Hal tersebut dapat menghambat dalam riset dan pengembangan. Meskipun masih berada pada tahap awal penelitian, Menstrual Blood-Derived Stem Cells memiliki potensi besar untuk mengurangi kematian serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Sebagian jenis sel punca dewasa juga MenSCs memiliki potensi dalam pengobatan berbagai penyakit khususnya dalam pengobatan regeneratif. Dengan perkembangan bioteknologi, Menstrual Blood-Derived Stem Cells berpotensi untuk diterapkan secara klinis di masa mendatang.
Referensi
Poliwoda, S. Noor, N. Downs, E., Schaaf, A., Cantwell, A., Ganti, L., Kaye, A.D., Mosel, L.I., Carroll, C.B., Viswanath, O., & Urits, I. (2022). Stem cells: a comprehensive review of origins and emerging clinical roles in medical practice. Orthop Rev (Pavia), 3, 37498.
Bianco, P. (2014). “Mesenchymal” stem cells. Annu Rev Cell Dev Biol, 30, 677–704.
Khoury, M., Alcayaga-Miranda, F., & Illanes, S.E., (2014). The promising potential of menstrual stem cells for antenatal diagnosis and cell therapy. Front Immunol, 5, 205.
Xu, X., Jiang, W., Chen, L., Xu, Z., Zhang, Q., Zhu, M., Ye, P., Li, H., Yu, L., Zhou, X., Zhou, C., Chen, X., Zheng, X., Xu, K., Cai, H., Zheng, S., Jiang, W., Wu, X., Li, D., Chen, L., …, & Li, L. (2021). Evaluation of the safety and efficacy of using human menstrual blood-derived mesenchymal stromal cells in treating severe and critically ill COVID-19 patients: An exploratory clinical trial. Clinical and translational medicine, 11(2), e297.