Lompat ke konten

Mengenal Penyakit PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) yang Sering Terabaikan

Penulis: Arivia Mutiara Syahira (Biologi 2023)
Disunting Oleh: Viola Anindita Dewi (Biologi 2023)

Sindrom Ovarium Polikistik (Polycystic Ovary Syndrome/PCOS) merupakan gangguan hormonal yang umum dialami perempuan usia reproduktif. Kondisi ini ditandai oleh ketidakseimbangan hormon androgen, gangguan ovulasi, serta ditemukannya banyak kista kecil pada ovarium. Walaupun tidak mengancam nyawa secara langsung, PCOS berdampak signifikan terhadap kesehatan metabolik, kesuburan, dan kualitas hidup penderitanya.

Secara klinis, PCOS sering dikenali melalui beberapa gejala utama, seperti menstruasi tidak teratur, pertumbuhan rambut berlebih (hirsutisme), jerawat, dan kenaikan berat badan. Namun, tidak semua perempuan dengan PCOS menunjukkan gejala serupa, sehingga diagnosis sering kali terlambat. Kriteria Rotterdam, yang banyak digunakan dalam praktik medis, menetapkan bahwa diagnosis PCOS dapat ditegakkan jika terdapat minimal dua dari tiga kondisi: anovulasi kronis, hiperandrogenisme, dan ovarium polikistik berdasarkan pemeriksaan ultrasonografi.

Hingga kini, penyebab pasti PCOS belum sepenuhnya dipahami. Penelitian menunjukkan bahwa resistensi insulin memiliki peran sentral dalam perkembangan PCOS, memengaruhi produksi hormon androgen dan gangguan ovulasi. Faktor genetik dan lingkungan juga diduga berkontribusi. Kombinasi faktor tersebut menjelaskan mengapa PCOS tidak hanya berkaitan dengan kesehatan reproduksi, tetapi juga berisiko meningkatkan terjadinya diabetes tipe 2, hipertensi, dan gangguan metabolik lainnya.

Penatalaksanaan PCOS bersifat individual dan berfokus pada pengendalian gejala. Perubahan gaya hidup melalui aktivitas fisik rutin dan pengaturan pola makan terbukti efektif memperbaiki sensitivitas insulin. Pada beberapa kasus, dokter dapat memberikan obat hormonal untuk menormalkan siklus menstruasi atau obat antiandrogen untuk mengurangi gejala fisik. Bagi perempuan dengan keinginan untuk hamil, terapi induksi ovulasi dapat menjadi pilihan.

Meskipun PCOS merupakan kondisi kronis, pendekatan medis yang tepat dan konsisten dapat membantu penderita menjalani kehidupan yang sehat dan produktif. Kesadaran masyarakat, edukasi kesehatan, serta akses terhadap layanan medis menjadi kunci agar PCOS dapat dikenali dan ditangani lebih dini.

Referensi
Azziz, R., Carmina, E., & Chen, Z. (2016). Polycystic ovary syndrome. Nature Reviews Disease Primers, 2(1), 1–18.

Escobar-Morreale, H. F. (2018). Polycystic ovary syndrome: Definition, aetiology, diagnosis, and treatment. Nature Reviews Endocrinology, 14(5), 270–284.

Teede, H. J., Misso, M. L., …, & Costello, M. F. (2018). Recommendations from the international evidence-based guideline for the assessment and management of PCOS. Human Reproduction, 33(9), 1602–1618.