Lompat ke konten

Menilik Perilaku Makan Femi dan Romi, Pasangan Owa Jawa Pasca Pelepasliaran

Penulis: Tim OWA XIII Mammalogi, Bidang Riset dan Keilmuan, DP XLV Himbio Unpad

Hutan tropis yang kaya akan keanekaragaman hayati menjadi rumah bagi banyak spesies yang menjalani kehidupan sesuai dengan peran ekosistemnya. Bagi satwa liar, hutan menyediakan kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, serta perlindungan dari ancaman. Namun, tidak semua satwa dapat menikmati kebebasan hidup di habitat aslinya. Perburuan liar, perdagangan ilegal, dan kerusakan habitat akibat aktivitas manusia sering kali memaksa mereka keluar dari lingkungan alaminya. Banyak hewan yang akhirnya harus menjalani rehabilitasi untuk memulihkan kondisi fisik maupun mental sebelum bisa kembali dilepasliarkan. 

Owa jawa merupakan salah satu spesies mamalia dari ordo Primata yang merupakan satwa endemik di pulau Jawa. Owa Jawa dengan nama latin Hylobates moloch beradaptasi dengan lingkungannya dengan beberapa karakteristik khusus, salah satunya yaitu tangan dan kakinya yang terspesialisasi sehingga dapat menggenggam batang dan tangkai pohon. Kemampuan ini membuat Owa Jawa termasuk ke dalam kelompok primata arboreal, seperti beberapa spesies lainnya yaitu, lutung jawa (Trachypithecus auratus) dan surili jawa (Presbytis comata). 

Pasangan Owa Jawa, Femi dan Romi, menjadi salah satu contoh upaya pemulihan ini, terutama dalam hal mempelajari dan mengembalikan perilaku alaminya yang termasuk pola makan, agar mereka mampu bertahan dan beradaptasi di alam bebas. Femi dan Romi merupakan sepasang Owa Jawa rehabilitan yang telah menjalani proses rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Satwa Primata Jawa (PRS-PJ) – The Aspinall Foundation Indonesia Program (TAF-IP).

Pasangan Owa Jawa Femi dan Romi

Studi yang dilakukan oleh Tim OWA XIII Mammalogi mengenai studi perilaku makan dan preferensi pakan pasangan owa jawa ini berlangsung selama tujuh hari, dari tanggal 23 hingga 29 Juli 2024 dengan waktu pengamatan mulai dari pukul 6 pagi hingga pukul 5 sore atau mulai ketika mereka keluar dan kembali lagi ke pohon tidur.

Dokumentasi Pengamatan

Selama pengamatan, aktivitas harian terbanyak Femi dan Romi adalah istirahat, diikuti aktivitas makan, kemudian aktivitas bergerak. 

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Femi dan Romi memiliki variasi dalam cara mereka makan. Mereka mengonsumsi makanan dengan berbagai metode, seperti memetik pakan menggunakan satu tangan—baik tangan kanan maupun kiri—atau menggunakan kedua tangan. Selain itu, mereka juga langsung menarik buah atau daun dari pohon sebagai bagian dari cara makan mereka.

 Selama periode pengamatan, daun menjadi bagian utama dari makanan mereka. Hal ini terjadi karena saat itu buah-buahan tidak tersedia di habitatnya. Salah satu buah yang mereka konsumsi adalah buah beleketebe. Femi dan Romi menunjukkan preferensi pakan yang beragam, seperti pohon areuy, beunying, cerem, kuray, manggong, pasang, puspa, saninten, dan suren.

Buah Beleketebe
Pohon Puspa
Pohon Saninten

Menariknya, pohon beleketebe tidak hanya menjadi sumber pakan bagi Femi dan Romi, tetapi juga digunakan sebagai pohon tidur mereka. Meski sama-sama memilih jenis pohon yang sama, mereka tidur di pohon beleketebe yang berbeda.

Hasil pengamatan mengenai perilaku makan dan preferensi pakan owa jawa ini diharapkan dapat membantu dalam upaya konservasi, terutama dalam memastikan ketersediaan pakan di habitat mereka.