Lompat ke konten

Senjata Curian: Nudibranch, Penyimpan Racun dari Ubur-Ubur

Penulis: Farrel Arraufi (2023)
Disunting oleh: Arivia Mutiara Syahiea (2023)

Nudibranch adalah kelompok moluska laut yang terkenal karena warna tubuhnya mencolok dan memiliki bentuk yang unik. Hewan ini sering disebut “sea slug” atau siput laut. Nudibranch termasuk dalam kelas Gastropoda, subkelas Heterobranchia, dan ordo Nudibranchia dan ditemukan di berbagai habitat laut di seluruh dunia, dari perairan tropis hingga kutub. Nudibranch kehilangan cangkangnya saat dewasa, berbeda dengan banyak moluska lain, mereka memiliki warna tubuh yang sangat mencolok dan beragam, sering kali
sebagai bentuk peringatan (aposematik) kepada predator bahwa mereka beracun atau tidak enak dimakan. Terdapat lebih dari 3.000 spesies nudibranch yang telah ditemukan, dengan distribusi dari perairan dangkal hingga laut dalam (Johnson, 2012; Grandez et al., 2023).

Selain warnanya yang mencolok, nudibranch juga memiliki berbagai adaptasi morfologi yang membantu mereka bertahan hidup di lingkungan laut. Struktur seperti rhinophores berfungsi sebagai alat penciuman yang sangat sensitif, memungkinkan nudibranch mendeteksi makanan, pasangan, maupun bahaya di sekitarnya. Cerata, struktur mirip tentakel yang terdapat pada beberapa spesies, bukan hanya berperan dalam respirasi tetapi juga dapat menyimpan racun atau sel penyengat yang mereka peroleh dari mangsanya. Keberagaman bentuk tubuh ini menjadikan nudibranch salah satu kelompok invertebrata paling variatif dan
menarik untuk diteliti.

Nudibranch diyakini memiliki mekanisme detoksifikasi khusus yang memungkinkan mereka mentransportasikan racun melalui hemolimfa (cairan tubuh) tanpa mengalami keracunan sendiri. Sistem pencernaan nudibranch diduga telah beradaptasi untuk menetralkan atau mengelola racun tertentu, sehingga hanya spesies tertentu yang mampu memakan jenis ubur-ubur tertentu. Salah satu hipotesis adalah racun dikonjugasi dengan ligan polar untuk meningkatkan kelarutan dan memudahkan transportasi (Cheney et al., 2016). Racun disimpan di bagian tubuh yang lebih terekspos, seperti mantel atau cerata, sehingga dapat dikeluarkan saat terancam. Hal ini menjadikan nudibranch tetap aman pada saat mencari makanan dan
bertransportasi di bawah laut (Cheney et al., 2016). Proses detoksifikasi dan penyimpanan selektif memungkinkan mereka tetap aman dari efek racun, meski mekanisme molekuler detailnya masih perlu diteliti lebih lanjut.

Selain menyimpan racun, beberapa spesies nudibranch bahkan mampu memanfaatkan toksin atau sel penyengat dari mangsanya, terutama dari ubur-ubur atau hydroid. Mekanisme ini dikenal sebagai kleptocnidae, yaitu proses di mana sel penyengat yang masih aktif dipindahkan ke cerata dan digunakan sebagai senjata pertahanan. Fenomena unik ini menjadikan nudibranch salah satu organisme laut paling inovatif dalam hal strategi bertahan hidup.

Kombinasi warna yang memukau, kemampuan biokimia yang kompleks, serta strateg ekologis yang beragam, nudibranch menjadi kelompok hewan yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga penting untuk penelitian evolusi, toksikologi, dan ekologi laut. Keberadaannya di berbagai habitat juga menjadikan mereka indikator yang baik terhadap kesehatan ekosistem laut, dikarenakan perubahan populasi nudibranch sering kali
mencerminkan kondisi lingkungan sekitar.

Referensi
Cheney, K., White, A., Wayan, I., , M., Winters, A., Quezada, M., Capon, R., Mollo, E., Garson, M., & Neilan, B. (2016). Choose Your Weaponry: Selective Storage of a Single Toxic Compound, Latrunculin A, by Closely Related Nudibranch Molluscs. PLoS ONE, 11. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0145134.

Grández, A., Ampuero, A., & Barahona, S. (2023). Peruvian nudibranchs (Mollusca, Gastropoda, Heterobranchia): an updated literature review-based list of species. ZooKeys, 1176, 117 – 163. https://doi.org/10.3897/zookeys.1176.103167.

Johnson, R., & Gosliner, T. (2012). Traditional Taxonomic Groupings Mask Evolutionary History: A Molecular Phylogeny and New Classification of the Chromodorid Nudibranchs. PLoS ONE, 7. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0033479.