Lompat ke konten

Shaun the Sheep Itu Domba Jenis Apa, Sih?

Penulis: Ananda Monica Saputry (Biologi 2024)
Disunting oleh: Arivia Mutiara Syahira (Biologi 2023)

Siapa yang tidak kenal Shaun the Sheep? Karakter domba yang lucu, cerdas, dan penuh akal ini sudah menemani banyak masa kecil lewat serial animasinya yang menghibur dan tanpa dialog. Tapi tahukah kamu bahwa penampilan Shaun ternyata terinspirasi dari domba yang benar-benar ada di dunia nyata? Yup, namanya adalah domba Valais Blacknose, salah satu ras domba paling menggemaskan dan unik yang berasal dari Swiss!

Domba Valais Blacknose berasal dari daerah pegunungan Valais, Swiss. Penampilannya sangat mencolok dan khas, yaitu berbulu putih, keriting, dan tebal, berpadu dengan bercak hitam mencolok di wajah, telinga, lutut, dan kaki. Kombinasi warna ini membuat mereka terlihat seperti karakter animasi yang hidup. Tidak heran kalau banyak orang langsung jatuh hati hanya dari penampilannya saja.

Namun, keistimewaan Valais Blacknose tidak hanya sebatas tampilan luar yang menggemaskan. Dalam sebuah penelitian oleh Signer-Hasler dkk. (2019), diketahui bahwa domba ini justru memiliki tingkat keragaman genetik yang paling rendah jika dibandingkan dengan tujuh ras domba Swiss lainnya yang diteliti. Meskipun demikian, Valais Blacknose memiliki apa yang disebut sebagai private signatures, yaitu penanda genetik unik yang terletak dekat dengan gen serta quantitative trait loci (QTL) yang mengatur karakteristik penting seperti ukuran tubuh, warna bulu, hingga komposisi asam lemak spesifik (Signer-Hasler dkk., 2019). Inilah yang membuat ras ini sangat istimewa secara genetis dan patut mendapat perhatian.

Lebih jauh lagi, Valais Blacknose juga memiliki gen-gen tertentu seperti KIT, ASIP, dan TBX3 yang berkaitan dengan pola warna bulu, serta RXFP2 yang menentukan ada atau tidaknya tanduk. Kombinasi genetik ini menciptakan tampilan yang benar-benar khas dan tidak dimiliki oleh ras domba lainnya. Studi-studi seperti ini sangat penting, bukan hanya untuk memperkaya pemahaman kita tentang biologi dan evolusi, tetapi juga sebagai landasan dalam upaya pelestarian dan pengembangan ras agar tetap bertahan dalam jangka panjang (Signer-Hasler dkk., 2019).

Selain dari sisi genetika, Valais Blacknose juga terkenal tangguh menghadapi kondisi lingkungan ekstrem di pegunungan. Bulu tebalnya berfungsi melindungi tubuh dari suhu dingin yang menusuk. Selain dijadikan hewan peliharaan karena tampilannya yang lucu, domba ini juga memiliki nilai ekonomi yang penting karena menghasilkan wol berkualitas tinggi dan daging premium yang bernilai jual tinggi di pasar lokal maupun mancanegara.

Jadi, walaupun domba Valais Blacknose punya keragaman genetik yang rendah, keberadaan private genomic signatures menjadi bukti bahwa setiap ras punya keunikannya sendiri. Menelusuri genetika mereka bukan hanya membuka wawasan soal evolusi, tetapi juga jadi langkah penting dalam upaya pelestarian mereka di masa depan (Signer-Hasler dkk., 2019).

Referensi
Signer‐Hasler, H., Burren, A., Ammann, P., Drögemüller, C., & Flury, C. (2019). Runs of homozygosity and signatures of selection: a comparison among eight local Swiss sheep breeds. Animal genetics, 50(5), 512-525.